Anggota DPR Ini Sebut Impor Beras Sepihak Mendag Ciderai Keberpihakan Pada Petani

akurat logo
Denny Iswanto
Jumat, 12 Januari 2018 18:55 WIB
Share
 
Anggota DPR Ini Sebut Impor Beras Sepihak Mendag Ciderai Keberpihakan Pada Petani
Wakil Ketua Baleg Firman Subagyo (kiri) dan Sekertaris Fraksi Hanura DPR Dadang Rusdiana (kanan) dalam diskusi forum legislasi dengan tema "RUU MD3, Urgensi Penambahan 11 Pimpinan MPR" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).. AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Firman Soebagyo anggota Komisi IV mempertanyakan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan terkait import beras sebanyak 500.000 ton beras yang terkesan dipaksakan.

Firman juga menjelaskan bahwa logika berpikirnya bahwa Oktober adalah musim tanam dan Januari sudah panen raya yang puncaknya pada bulan Febuari.

"Sesuai informasi yang didapat dan didukung data yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa surplus beras sudah dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan. Karena faktanya Januari 2018 stok beras masih ada dimana-mana. Bahkan harga baik menjelang lebaran dan natal tahun baru juga dapat terkendali.

"Saya sangat kecewa dan mengecam keras kebijakan Mendag Enggartiasto yang akan membuat kecewa dan menyengsarakan petani," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa tidak ada jalan lain selain mengadakan impor beras untuk menjaga kestabilan harga beras yang semakin lama semakin melambung tinggi.

Impor yang dilakukan ini adalah beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari dan kata Mendag tidak akan menggunakan dana sepersen pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, dalam bincang siang bersama media di Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (12/1).

"Impor beras ini dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bermitra dengan perusahaan beras lain. Jadi PPI yang menjadi pintu masuk beras khsusu sehingga kami bisa mengatur operasi pasar. Mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras," kata Enggar.

Dalam penuturan Enggar, keputusan untuk melakukan impor beras dilakukan setelah pemerintah, Satgas Pangan dan Bulog melakukan operasi pasar (OP) sejak November-Desember 2017 untuk menekan harga beras medium yang kian meningkat.

Kritik Firman Subagyo, ketidaksesuaian kenyataan dan kebijakan yang diambil Mendag patut dicurigai keterkaitannya dengan tahun politik.

"Kebijakan tersebut juga bisa dijadikan fund rising untuk kepentingan tertentu," ucapnya kepada AKURAT.CO.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kebijakan Mendag tersebut dinilai sangat janggal, karena impor beras harusnya merujuk pada UU Pangan, bilamana produk nasional dan stok nasional tidak tercukupi.

"Itupun harus dapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian," lanjutnya.

Kejangggalan berikutnya, kata Firman, adalah kebijakan itu diambil setelah melakukan rapat dengan para pelaku dagang tengkulak.

"Padahal semua kita tahu bahwa mafia pangan selama ini adalah mereka-mereka juga. Seharusnya yang benar Mendag harus berkoorsinasi dengan Kementerian Pertanian lebih dulu bukan dengan pelaku dagang. Ini sangat mencurigakan dan aneh ada apa?!" ucapnya.

Dalam penuturannya, Firman Subagyo mengaku telah melakukan klarifikasi dan cross cek ke Menteri Pertanian, mengenai apakah benar akan terjadi kekurangan stok?

"Pernyataan Mentan, bahwa stok pangan nasional lebih dari cukup. Bahkan dijelaskan bahwa pada bulan Januari dan puncaknya Februari akan terjadi panen raya di wilayah tertentu," ucap Firman.

Kebijakan impor yang dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo. Firman menegaskan, jika dilihat lebih jauh, akhir-akhir ini Mendag juga banyak membuat kebijakan yang aneh-aneh seperti Keputusan Menteri tata niaga impor tembakau yang juga sudah dibatalkan.

"Kami sebagai anggota Komisi IV selaku berkoordinasi dan monitoring baik ditingkat pasar dan petani. Impor yang dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo," tegasnya.

Firman bahkan menyebut bahwa tindakan dan kebijakan Mendag Enggartiasto Lukita merupakan hal yang memalukan, menunjukkan sikap tidak profesional sebagai menteri.

"Kita harus waspada bahwa 2018 adalah tahun politik kita harus waspada," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Ini Branchmark Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.


Pasca Avengers 4, Chris Hemsworth Pensiun Jadi Thor ?

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Pemeran Thor dalam film Avenger, Chris Hemsworth, nampaknya akan menyudahi aksinya sebagai Dewa petir setelah film Avenger 4.


Investasi Rp 76 Triliun Pabrik Smelter Korsel Dibangun di Konawe

Rabu, 17 Januari 2018 16:04 WIB

Kemenperin mencatat, sejauh ini diproyeksi terdapat 32 proyek smelter logam yang tumbuh dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD18 M


Dubes Jepang: Indonesia Miliki Sejarah Olahraga yang Serupa dengan Jepang

Rabu, 17 Januari 2018 16:04 WIB

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 pada 1962 silam. Sebelumnya, negara asal tokoh kartun "Captain Tsubasa" itu menjadi tuan rumah


64 Barang Antik Terbakar, Pemrov akan Gantikan dengan Replika

Rabu, 17 Januari 2018 16:02 WIB

Atas kejadian tersebut, Pemprov segera membuat replika barang antik yang terbakar


Inspirasi Liverpool dan Jadwal Sulit Berpeluang Jatuhkan City

Rabu, 17 Januari 2018 15:58 WIB

Manchester City akan menghadapi Arsenal dan Chelsea secara beruntun pada akhir Februari dan awal Maret.


KPU Riau Nyatakan Empat Bapaslon Gubernur Lolos Tes Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 15:57 WIB

Ilham menambahkan, bagi paslon yang merasa ragu atas kekurangan syarat administrasi, diminta agar segera datang ke KPU.


Menggali Budaya Melayu di Festival Pulau Penyengat

Rabu, 17 Januari 2018 15:54 WIB

Festival ini menarik minat wisatawan Malaysia dan Singapura