Harga Beras Naik Makin 'Liar', Mendag Tempuh Jalur Impor Tanpa APBN

akurat logo
Denny Iswanto
Jumat, 12 Januari 2018 17:46 WIB
Share
 
Harga Beras Naik Makin 'Liar', Mendag Tempuh Jalur Impor Tanpa APBN
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di Gedung Kemenko Perekonomian di Jakarta, Kamis (4/1).. AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa tidak ada jalan lain selain mengadakan impor beras untuk menjaga kestabilan harga beras yang semakin lama semakin melambung tinggi.

Impor yang dilakukan ini adalah beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari dan kata Mendag tidak akan menggunakan dana sepersen pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, dalam bincang siang bersama media di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1).

"Impor beras ini dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bermitra dengan perusahaan beras lain. Jadi PPI yang menjadi pintu masuk beras khsusu sehingga kami bisa mengatur operasi pasar. Mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras," kata Enggar.

Ia menjelaskan Kementerian Perdagangan menugaskan perusahaan BUMN tersebut untuk melakukan impor beras. Mekanisme distribusi beras ke pasaran juga akan dilakukan dengan memakai jaringan PPI jadi tidak melibatkan keuangan negara sama sekali.

"Keputusan untuk melakukan impor beras dilakukan setelah pemerintah, Satgas Pangan dan Bulog melakukan operasi pasar (OP) sejak November-Desember 2017 untuk menekan harga beras medium yang kian meningkat. Dan ternyata di bulan Januari juga masih terus meningkat dan selalu disoroti oleh media," tutur Enggar.

Secara mendetail Mendag menjelaskan bahwa dampak OP nyatanya tidak terlalu memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan harga, bahkan puncaknya pada awal Januari 2018, harga beras medium berada pada kisaran Rp11.000 per kilogram, atau di atas HET yang ditentukan yakni Rp9.450 untuk wilayah Jawa.

"Dampaknya tidak nendang. Tidak memberikan penurunan harga. Bahkan, memang sesaat terjadi stagnan saja, tidak naik, kemudian terjadi kenaikan sedikit, dan awal Januari terus meningkat secara tajam," ungkapnya.

Untuk mengatasi lonjakan liar tersebut, Enggar menambahkan jenis beras yang diimpor bukanlah jenis beras premium, melainkan beras khusus yang tidak ditanam di dalam negeri dan nantinya dijual sesuai dengan harga beras medium, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 tahun 2018 tentang Ekspor dan Impor Beras.

Penugasan oleh PPI bertujuan agar harga beras khusus yang masuk ke pasaran dapat dikendalikan atau dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yakni Rp9.450,00 per kilogram.

"Dijual dengan harga medium, di sana harganya lebih murah impor itu. Kami sudah sepakati untung tidak boleh gede-gede," kata Enggar.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya dalam mengambil kebijakan impor ini disalahpahami oleh masyarakat dan dipertentangkan seolah impor akan memiskinkan petani.

"Petani tetap dia adalah konsumen. Kenaikan beras yang tinggi itu meningkatkan laju inflasi, karena beras berikan kontribusi terhadap inflasi yang tinggi. Kedua, dari hasil peliputan media dan data kami juga mengatakan, mereka mengurangi konsumsi berasnya. Di kampung saya, rakyat makan nasi akik. Apa akan kita biarkan itu? Saya lakukan kebijakan impor untuk mengisi pasar," tegas Enggar.

Dia menekankan bahwa track record dari Kementerian Perdagangan adalah selalu berpihak kepada rakyat dan produk dalam negeri sebenarnya.

"Sebagian orang mengatakan, saya sosialis, proteksionis dan berbagai hal lainnya. Tapi pada saat kami memerlukan impor, itu bukan hal yang tabu. Dan perdagangan itu pada dasarnya ada impor dan ekspor. Jadi ini solusi yang temporary sampai kondisi harga stabil, dan stok mulai panen," pungkasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari


Benchmark BUMN Menapaki Tahun-Tahun Gencarnya Pembentukan Holding Company BUMN

Rabu, 17 Januari 2018 16:12 WIB

Toto: Diperlukan suatu implementasi dari gagasan pembentukan induk perusahaan atau holding company pada beberapa BUMN.


Pimpinan DPR Nilai Idrus Sosok yang Tepat Gantikan Khofifah di Kabinet

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Dia pun berharap, Idrus mampu menjalankan amanah dengan baik meskipun jabatan itu hanya dalam waktu hingga 2019 nanti.


Pasca Avengers 4, Chris Hemsworth Pensiun Jadi Thor ?

Rabu, 17 Januari 2018 16:07 WIB

Pemeran Thor dalam film Avenger, Chris Hemsworth, nampaknya akan menyudahi aksinya sebagai Dewa petir setelah film Avenger 4.


Investasi Rp 76 Triliun Pabrik Smelter Korsel Dibangun di Konawe

Rabu, 17 Januari 2018 16:04 WIB

Kemenperin mencatat, sejauh ini diproyeksi terdapat 32 proyek smelter logam yang tumbuh dengan perkiraan nilai investasi sebesar USD18 M