Sektor Industri Tipe Ini Harus Siap-Siap Dihempas Disruptif Teknologi

akurat logo
Denny Iswanto
Jumat, 12 Januari 2018 11:37 WIB
Share
 
Sektor Industri Tipe Ini Harus Siap-Siap Dihempas Disruptif Teknologi
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara.. AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menyatakan bahwa industri atau usaha yang strukturnya monopoli, oligopoli, selalu berfluktuasi, marginnya tinggi, biasa bekerjasama dengan pemerintah dan dijaga oleh regulasinya maka harus bersiap-siap menghadapi era disruptif teknologi.

"Di luar yang saya sebutkan tadi maka tenang saja, tidak perlu takut. Teknologi tak bermasalah dan hanya tools saja. Yang menjadi soal adalah pola pikir kita, jadi jangan dibawa takut dengan teknologi," ucapnya saat memberikan sambutan di acara CEO Gathering, di Jakarta, Kamis (11/1).

Rudiantara mengatakan bahwa dengan hadirnya teknologi dalam bisnis atau industri, maka orang-orang yang masuk ke perusahaan adalah SDM dengan talenta dan yang mempunyai pemikiran inovatif. Orang yang selalu mencari cara baru dalam mencari proses yang lebih efisien.

"Dengan begitu membuat korporasi Ibu dan bapak-bapak semua (para CEO) menjadi tahan terhadap kompetisi di zaman now," tuturnya memberikan pencerahan bahwa hadirnya teknologi tak berbahaya terhadap bisnis ataupun industri.

Penggunaan teknologi di dunia terutama internet menurut catatan dari Kemenkominfo pada tahun 2005, traffic hanya sekitar 7 tera byte per second, tapi saat ini meningkatnya dalam waktu 9 tahun sudah mencapai 50 kali lipat di 2014. Bahkan di tahun 2018 awal diperkirakan penggunaan data internet sudah sampai 800 tera byte per second.

"Tidak ada lagi sekarang yang tidak diketahui secara cepat, istilahnya kompor meleduk di Cibinong sanak saudara kita yang di Amerika sudah tahu duluan, karena dapat informasi langsung. Apalagi hal-hal yang dampaknya langsung terhadap manusia pasti informasi sangat cepat," terang Rudiantara.

Namun Menkominfo menyayangkan bahwa di Indonesia hingga saat ini masyarakatnya lebih sering menjadi konsumen daripada produsen dalam menggunakan internet. Rudiantara menjelaskan perbandingan antara banyaknya kegiatan unduh terhadap kegiatan unggah adalah 3 banding 1. Sehingga kita mengalami yang namanya defisit dari arus informasi.

Padahal teknologi digital di era globalisasi yang akan mempengaruhi perekonomian dan perkembangan negara menjadi negara maju dipengaruhi oleh beberapa poin yang utama. Seperti munculnya industri yang menggunakan Advance robotics ataupun Artificial intelegence.

Selain itu muncul juga bisnis model Internet of things, Cloud computing, Big data analytics, 3d printing dan Digital payment system. Semuanya saat ini di Indonesia menurut Rudiantara sudah sangat berkembang.

"Bisa jadi misal dengan teknologi 3d printing, kita buat rumah, desainnya di Amerika lalu langsung di bangun seperti printing di Indonesia, langsug jadi. Lalu mengenai digital payment system, sudah banyak usaha finansial teknologi (fintek) yang bermunculan bahkan sekarang menyaingi perbankan," ujarnya.

Jadi semuanya menurut Rudiantara mengenai persoalan mindset usaha yang perlu dirubah oleh para pebisnis atau industri. Bahwa teknologi bisa menjadi tools yang akan bisa membawa ke kemajuan.

"Dengan industri yang ada sekarang, jangan takut dengan disruptive teknologi, kalau sudah efisien. Saya tidak memisahkan antara BUMN dan apa. Semua industri yang strukturnya demikian (yang struktur monopoli, oligopoli dan dilindungi Pemerintah), rentan. Rentannya bukan di produksi tapi di distribusi. Jadi tenang-tenang saja jangan terlalu takut sekali lagi terhadap teknologi," pungkasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Jasa Marga Sediakan Program Magang Bersertifikat Bagi Semua Mahasiswanya

Senin, 21 Mei 2018 18:24 WIB

Jasa Marga sebagai bagian dari FHCI, turut menyukseskan salah satu program unggulan FHCI yakni Program Magang Mahasiswa Bersertifikat.


Habiburokhman Beretorika Soal 20 Tahun Reformasi, Malah Dibully

Senin, 21 Mei 2018 18:20 WIB

Cuitan Habiburokhman bukannya diapresiasi followersnya, sebagian besar malah mencelanya.


Jimly Asshiddiqie: Indonesia Sudah 20 Tahun, Malaysia Baru Rasakan Reformasi Sekarang

Senin, 21 Mei 2018 18:13 WIB

Apa yang terjadi 20 tahun di Indonesia, hari ini terjadi di negara tentangga Malaysia yang saat ini gencar mendorong reformasi



Diduga Cemarkan Nama Baiknya, Paslon Josua Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 21 Mei 2018 18:10 WIB

Melaporkan kasus ini bukan karena dendam, ini adik-adik saya. Hanya dia sudah menuding saya yang tidak-tidak, tuk pembuktiannya dengan Hukum


Mau Umrah, Wartawan Tanyakan Rencana Ketemu Rizieq, Begini Jawaban Sandiaga

Senin, 21 Mei 2018 18:02 WIB

"Umrah itu ibadah. Tapi saya ingin gunakan kesempatan umrah dengan istri."


Masih Ragu Memberi Daging pada si Kecil?

Senin, 21 Mei 2018 17:54 WIB

Ingat, daging lebih hebat ketimbang sayur dan buah loh!


Deretan Artis Muda Inspiratif yang Berhasil Raih Gelar Master

Senin, 21 Mei 2018 17:51 WIB

Tak hanya sampai pada jenjang sarjana, beberapa artis berikut ini bahkan telah berhasil meraih gelar master.


Kelanjutan Holding BUMN Migas, PGN dan Pertagas Integrasikan Bisnis

Senin, 21 Mei 2018 17:51 WIB

Pertamina dan PGN tengah melakukan finalisasi mekanisme integrasi yang paling baik bagi kedua perusahaan.


Politikus PSI Mempetisi Kabareskrim: Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni

Senin, 21 Mei 2018 17:50 WIB

Tokoh politik muda Raja Juli Antoni terancam dipenjara.


Dijadikan Tersangka Dugaan Korupsi, Kadis PU Papua Siap Diproses Hukum

Senin, 21 Mei 2018 17:45 WIB

Kadis PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya, jadi tersangka korupsi pembangunan Terminal Nabire tahun 2016 yang merugikan negara sebesar Rp 1,7 M


Menteri LHK dan KPK Bahas Konflik Lahan di Trenggalek dan Teluk Jambe

Senin, 21 Mei 2018 17:38 WIB

Sengekta tanah ini memang belakangan sempat mencuat hingga ke depan istana



DPR Minta Pemerintah Transparan Terkait Impor Beras

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Bam Soesatyo sayangkan perbedaan data ketersediaan pangan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan


Lulus dari Indonesian Idol, Bianca Jodie dan Marion Jola Kompak Tolak Tawaran Main Film

Senin, 21 Mei 2018 17:36 WIB

Keduanya kompak ingin fokus berkarier di dunia musik.