Perusahaan Pembiayaan Properti Ini Bisa Cicil DP Hingga 36 Kali

akurat logo
Romys Binekasri
Kamis, 11 Januari 2018 20:52 WIB
Share
 
 Perusahaan Pembiayaan Properti Ini Bisa Cicil DP Hingga 36 Kali
Perusahaan rintisan digital lokal yang fokus pada pembiayaan properti dengan konsep penghimpunan dana (crowdfunding) Gradana mengatakan, untuk pengajuan pinjaman juga membutuhkan proses yang tidak semua orang bisa lolos verifikasi.. HARAPANRAKYAT.COM

AKURAT.CO, Investasi properti di tahun 2018 tetap menarik untuk dijadikan alternatif portofolio. Namun demikian, tidak semua segmen masyarakat memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah yang diinginkan, termasuk dalam mengumpulkan uang muka atau DP.

Perusahaan rintisan digital lokal yang fokus pada pembiayaan properti dengan konsep penghimpunan dana (crowdfunding) Gradana mengatakan, untuk pengajuan pinjaman juga membutuhkan proses yang tidak semua orang bisa lolos verifikasi.

Menurut Komisaris Gradana Freenyan Liwang, masyarakat sejak dulu sangat teredukasi mengenai nilai properti yang selalu meningkat setiap tahun. Bagi kelompok menengah atas, mengalokasikan dana berlebih untuk membeli rumah, tanah dan apartemen untuk kemudian dijual lagi saat harga naik sangat lazim dilakukan.

“Persoalannya hanyalah pada daya beli sebagian besar masyarakat kita yang belum bisa berinvestasi pada properti. Bisa karena keterbatasan dana, bisa juga karena tidak ada alokasi budget. Apalagi untuk meminjam kredit membutuhkan banyak persyaratan administrasi. Oleh karena itu, platform kami menawarkan solusi untuk individu-individu yang ingin membeli rumah tetapi belum punya cukup simpanan untuk membayar DP,” tuturnya di Jakarta, Kamis (1/11).

Menurutnya, bisa menjadi solusi bagi generasi millennial yang ingin membeli rumah pertama mereka tanpa perlu mengumpulkan DP lebih dulu. Dengan tren harga properti yang terus naik, diprediksikan generasi ini akan lebih sulit membeli properti di tahun-tahun mendatang. Termasuk juga uang muka yang terus bertambah setiap tahunnya mengingat harga properti yang tidak pernah menurun.

Freenyan menjelaskan, untuk masalah down payment, Gradana memberikan fasilitas cicilan uang muka sebanyak 24 atau 36 kali tanpa ada bunga tambahan bagi pembeli rumah. Adapun harga cicilan uang muka tersebut sudah disepakati dengan pengembang rekanan dan diinformasikan di muka.

“Sistem di Gradana menjamin pembeli rumah akan mendapatkan harga yang sama sesuai dengan price list. Jika cicilan DP telah selesai, pembeli akan mendapat kesempatan lebih baik untuk mendapatkan fasilitas KPR dengan adanya rekam jejak kredit pada Gradana sebagai pendukung profil kredit yang baik,” tuturnya.

Freenyan juga mengatakan bahwa proses pengajuannya bisa dilakukan secara online dengan mengunggah data-data pendukung.

“Kita paham bahwa generasi millennial tidak bisa dipisahkan dari teknologi dan mereka menginginkan kepraktisan. Dengan platform ini, mereka tidak perlu lagi datang ke kantor cabang dan menyerahkan dokumen-dokumen secara fisik. Cukup dari layar laptop mereka saja dimana untuk waktunya pun tidak terbatas pada jam kantor dan bisa dilakukan tanpa ada konstrain waktu, ” tutupnya.

Menurut mantan Presiden Direktur Bank Sinarmas Tbk ini, pihaknya bisa memberikan pinjaman dengan batas atas Rp2 miliar rupiah dan setiap pinjaman yang diberikan akan dibagi ke sejumlah slot sehingga membuka kesempatan bagi setiap pendana (lender) untuk berpartisipasi.

“Misalnya, calon konsumen atau pembeli ingin membeli rumah seharga 500 juta. Maka harga unit rumah dapat kita bagi menjadi 50 slot, dengan nilai satu slot sejumlah 10 juta rupiah. Kami mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Bagi pemberi pinjaman, ini merupakan peluang untuk memutar uang. Mereka dapat membeli hanya satu slot atau beberapa slot sesuai budget,” tuturnya.

Freenyan menambahkan, didirikan oleh para profesional di bidang perbankan dan real estate sehingga sangat memahami masalah-masalah yang dihadapi oleh calon konsumen properti di Indonesia seperti uang muka yang terlalu besar, sertifikat yang bermasalah, pengembang bodong, dan lain-lain.

“Sertifikat, misalnya. Status dan nama sertifikat perlu diperhatikan karena dampaknya bisa panjang. Sertifikat yang belum dipecah bisa berakibat pemilik rumah serba sulit kedepannya. Sulit untuk menjual kembali unit rumah tersebut dan bahkan sulit juga apabila ingin pindah KPR ke bank lain yang bunganya lebih baik,” tuturnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Langkah Nadal Masih Mulus, Tsonga Lewati Laga Sengut

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Nadal tidak mendapat perlawanan dari petenis asal Argentina.


Tumbuh 6 Persen, Adira Finance Catat Pembiayaan Rp32,7 Triliun

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Hafid akui akan tetap fokus untuk menggenjot angka penyaluran pembiayaan kepada sektor motor bekas.


Anies Minta Seluruh Gedung di Jakarta Miliki Sertifikat Layak Fungsi

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Jika ada kecelakaan si sebuah gedung dan diketahui gedung tersebut tidak punya SLF akan didenda


Menelusuri Sejarah Pulau Penyengat di Tanjung Pinang

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Pulau ini juga menjadi salah satu cikal bakal Bahasa Indonesia.


Satkar Ulama Punya Cara Menangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Satkar Ulama akan mengerahkan ribuan guru ngaji di pondok pesantren di bawah binaannya untuk mensosialisasikan pasangan Khofifah-Emil.



Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.