Pasar Properti Lesu, Pengembang di Garut Perpanjang Target Penjualan

akurat logo
Herman Syahara
Kamis, 11 Januari 2018 20:19 WIB
Share
 
 Pasar Properti Lesu, Pengembang di Garut Perpanjang Target Penjualan
Lesunya pasar perumahan akhir-akhir ini membuat sejumlah pengembang perumahan di Kabupaten Garut memperpanjang masa penyelesaian proyeknya hingga 2018 ini.. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/Spt/18.

AKURAT.CO. Lesunya pasar perumahan akhir-akhir ini membuat sejumlah pengembang perumahan di Kabupaten Garut memperpanjang masa penyelesaian proyeknya hingga 2018 ini.

"Semula kami menargetkan proyek perumahan kami selesai pada 2017 kemarin. Namun lesunya daya serap pasar membuat kami memperpanjang masa selesainya proyek menjadi tahun 2018 ini," kata Komisaris PT Bukit Tursina, H. Muhamad Kurnia kepada AKURAT.CO, Kamis (11/1).

Kelesuan yang melanda pasar perumahan komersial di Garut ini terasa mulai dua tahun lalu namun dirasakan makin parah setahun belakangan.

Menurut Kurnia, pada 2014 dia membangun perumahan di daerah Cisurupan, Kabupaten Garut, sebanyak 100 unit di atas lahan 15.000 m2. Untuk rumah bersubsid yang harganya Rp 120-Rp130-an juta langsung habis diserap pasar. Namun untuk rumah komersial Tipe 40 yang harganya Rp 225 jita, Tipe 45 Rp 250 juta, dan Tipe 50 Rp 300 juta yang seluruhnya dipasarkan dengan pola KPR, masih tersisa sebanyak 40-an unit.

"Kami berharap pada 2018 ini pasar membaik sehingga dapat semuanya diserap pasar, " harap Kurnia.

Namun jika pasar tidak bergerak juga dia tidak segan-segan kembali sebagai pengembang perumahan dalam skala terbatas dua atau tiga unit saja.

"Membangun dua atau tiga unit sesuai permintaan konsumen lebih menguntungkan," kilahnya.

Selain menghadapi pasar yang lesu darah, pengembang perumahan di Garut juga mengeluhkan pelayanan Pemkab Garut yang tidak profesional.

Seperti diungkapkan pengurus APERSI (Asosiasi Pembangunan Perumahan Seluruh Indonesia) dalam rapat tahunan beberapa waktu lalu yang mengeluhkan panjang dan lamanya proses perijinan. Pemkab dinilai tidak siap dalam mengakomodir pembangunan perumahan bersubsidi.

Dalam rapat yang dihadiri oleh pejabat DPMPT (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu), Dinas Permukiman, dan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) itu terungkap pula, selama ini Pemkab Garut belum memiliki Rencana Detail Ruang Wilayah (RDTR) sehingg pengembang tidak memiliki kepastian dalam menentukan lokasi perumahan.

Seorang pengembang yang tidak mau menyebutkan identitasnya juga mengeluhkan besarnya pungutan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

"Saya pernah mengeluarkan uang Rp 125 juta untuk biaya entertain orang Badan Pertanahan Nasional di Garut ini. Padahal biaya resmi perijinan yang saya urus resminya hanya Rp 11 juta," keluhnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Langkah Nadal Masih Mulus, Tsonga Lewati Laga Sengut

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Nadal tidak mendapat perlawanan dari petenis asal Argentina.


Tumbuh 6 Persen, Adira Finance Catat Pembiayaan Rp32,7 Triliun

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Hafid akui akan tetap fokus untuk menggenjot angka penyaluran pembiayaan kepada sektor motor bekas.


Anies Minta Seluruh Gedung di Jakarta Miliki Sertifikat Layak Fungsi

Rabu, 17 Januari 2018 16:35 WIB

Jika ada kecelakaan si sebuah gedung dan diketahui gedung tersebut tidak punya SLF akan didenda


Menelusuri Sejarah Pulau Penyengat di Tanjung Pinang

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Pulau ini juga menjadi salah satu cikal bakal Bahasa Indonesia.


Satkar Ulama Punya Cara Menangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Satkar Ulama akan mengerahkan ribuan guru ngaji di pondok pesantren di bawah binaannya untuk mensosialisasikan pasangan Khofifah-Emil.



Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.