BPJS Kesehatan Buru-Buru Ubah Dua Peraturan di Awal Tahun, Kenapa?

akurat logo
Denny Iswanto
Kamis, 11 Januari 2018 12:28 WIB
Share
 
 BPJS Kesehatan Buru-Buru Ubah Dua Peraturan di Awal Tahun, Kenapa?
Ilustrasi BPJS Kesehatan. ELSHINTA.COM

AKURAT.CO, Pada Selasa (9/1) lalu kantor Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo didatangi Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris.

Rapat yang digelar selama hampir lebih dari 3 jam di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut kabarnya membahas revisi dua peraturan terkait pelaksanaan BPJS Kesehatan. Hal ini juga diperkirakan terkait dengan strategi perusahaan untuk menekan defisit yang telah mencapai Rp 9 triliun.

Dua peraturan yang bakal diubah itu mencakup Peraturan Presiden (Perpres) No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam keterangan singkatnya, Fahmi menyebutkan bahwa ada lima isu yang diangkat dalam perubahan Perpres ini yakni, isu pertama, bagaimana memitigasi fraud; kedua, posisi BPJS Kesehatan sebagai pembelanja strategis; ketiga, penguatan program rujukan dan rujuk balik; keempat, mengendalikan moral hazard dalam pelayanan; dan kelima, peran pemda khususnya optimalisasi pajak rokok.

Peraturan kedua yang akan dirubah adalah terkait revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 84 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 87 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Kesehatan.

Secara rincinya, pihak BPJS Kesehatan masih enggan menerangkan lebih jauh soal defisit anggaran. Padahal sudah ada beberapa aturan yang rencananya akan diubah. Apalagi, jika melihat gerak cepat Dirut BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, yang mendatangi Wamenkeu.

Rencana perubahan aturan inti penyelenggaraan jaminan kesehatan di awal tahun 2018 membuat publik bertanya-tanya. Apakah langkah tersebut adalah langkah konkret 'penyehatan' BPJS Kesehatan yang selama ini masih 'sakit' soal keuangan?

Akurat.co mengkonfirmasi hal ini kepada Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu, ia menegaskan bahwa gerak cepat Dirut Fahmi Idris yang menemui Wamenkeu bukan karena persoalan genting yang tengah dihadapi oleh pihak perseroan.

"Perubahan aturan pemerintah mengenai jaminan kesehatan yang dioperasionalkan oleh BPJS Kesehatan itu adalah hal yang wajar. Tiap tahun kami selalu berinovasi dan perubahan itu adalah tuntutan perkembangan. Semua perubahan tidak selalu dimulai dari adanya masalah tapi bisa juga dimulai dari hal yang sudah bagus tapi ingin kita tingkatkan lagi," tuturnya.

Nopi mengatakan bahwa perubahan aturan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut, sehingga masyarakat diharapkan untuk lebih bersabar menunggu hasilnya. Karena ada kemungkinan dirubah dan dan kemungkinan juga tidak.

"Semuanya pasti akan kami kabarkan saat pembahasan sudah selesai atau semuanya tuntas. Jangan terlalu khawatir soal itu, publik wajib tahu bagaimana perkembangan penyelenggaraan jaminan kesehatan oleh BPJS Kesehatan," ujarnya.

Namun disinggung mengenai persoalan defisit anggaran Rp9 triliun yang saat ini diderita oleh BPJS Kesehatan, Nopi masih enggan memberikan penjelasan karena semuanya masih dalam proses audit keuangan.

"Seperti yang saya katakan dulu kan, semuanya belum selesai jadi tunggu dulu. Mohon bersabar dulu. Nanti pasti kami akan sampaikan semuanya terkait defisit anggaran yang terjadi," pungkasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Menelusuri Sejarah Pulau Penyengat di Tanjung Pinang

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Pulau ini juga menjadi salah satu cikal bakal Bahasa Indonesia.


Satkar Ulama Punya Cara Menangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Rabu, 17 Januari 2018 16:33 WIB

Satkar Ulama akan mengerahkan ribuan guru ngaji di pondok pesantren di bawah binaannya untuk mensosialisasikan pasangan Khofifah-Emil.



Menkominfo Sebut Google Bisa Jadi Contoh Tarik Pajak OTT

Rabu, 17 Januari 2018 16:28 WIB

KEwajiban pajak Google capai Rp450 M per tahun dengan asumsi margin keuntungan sebesar Rp1,6 T-Rp1,7 T per tahun.


Hanya Karena Kecoa, Pesawat British Airways Dikandangkan

Rabu, 17 Januari 2018 16:26 WIB

Awak kabin pesawat British Airways menolak menerbangkan pesawat karena menemukan kecoa di dalam pesawat.


Bangladesh Tampung Lebih dari Sejuta Pengungsi dari Rohingya

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Militer Bangladesh memulai pendataan biometrik pengungsi tahun lalu setelah gelombang pengungsi Rohingya masuk dari Myanmar.


Pengamat: Lebih Baik Becak Dioperasikan di Kawasan Wisata

Rabu, 17 Januari 2018 16:24 WIB

Syafuan Rozi yang merupakan peneliti dari LIPI menilai operasinal becak akan menimbulkan masalah baru


Kemenperin Gencarkan Program E-Smart IKM

Rabu, 17 Januari 2018 16:23 WIB

Kemenperin menargetkan 4.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar bisa memasarkan produk secara online


Sstt...Ini Rahasia Badan Indah dan Wajah Cantik Katy Perry

Rabu, 17 Januari 2018 16:22 WIB

Katy Perry akui tak pernah operasi plastik dan ia suka makan. Oh yaa?


Gelar Undian dengan Hadiah Utama 2 Unit Mobil, Adira Finance Manjakan Konsumen

Rabu, 17 Januari 2018 16:18 WIB

Hapid berharap perusahaan pembiayaan ini mampu terus memanjakan pelanggan setia Adira Finance.


Tak Menyerah Kejar City, MU Belajar dari Kegagalan Musim 2011-2012

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

MU tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen.


OSO Tak Mau Ungkap Konflik Hanura, Ini Alasannya

Rabu, 17 Januari 2018 16:17 WIB

OSO mengklaim Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto, mendukung kepemimpinannya.


MUI: Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan Lukai Perasaan Umat Beragama

Rabu, 17 Januari 2018 16:15 WIB

Karena putusan tersebut berarti telah menyejajarkan kedudukan agama dengan aliran kepercayaan.


Kecerdasan Buatan Pembaca Usia Sel Tubuh Bantu Perpanjang Umur

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Artificial Intelligence mampu memprediksi usia seseorang hanya dengan melihat fotonya


Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pria 42 Tahun Terjun dari Lantai 6 RS Sumber Waras

Rabu, 17 Januari 2018 16:14 WIB

Tjong Bu Fen (42) nekat terjun dari lantai 6 di rumah sakit Sumber Waras, Rabu dini hari