Mengawali 2018, Mengapa Banyak Piutang Tertagih RSUD Kepada BPJS Kesehatan?

akurat logo
Denny Iswanto
Kamis, 11 Januari 2018 11:57 WIB
Share
 
Mengawali 2018, Mengapa Banyak Piutang Tertagih RSUD Kepada BPJS Kesehatan?
Awal tahun 2018 banyak pemberitaan yang mengungkapkan bahwa ada banyak sekali manajemen rumah sakit yang menjerit, mengalami masalah finansial ataupun terlilit utang ke pihak lain, dikarenakan tagihan piutang kepada BPJS Kesehatan yang belum terbayarkan.. ELSHINTA.COM

AKURAT.CO, Pada awal tahun 2018 banyak pemberitaan yang mengungkapkan bahwa ada banyak sekali manajemen rumah sakit yang menjerit, mengalami masalah finansial ataupun terlilit utang ke pihak lain, dikarenakan tagihan piutang kepada BPJS Kesehatan yang belum terbayarkan.

Hingga berita ini dimuat, menurut pantauan Akurat.co, tercatat rumah sakit di daerah yang memiliki piutang yang cukup besar sehingga tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Bahkan tidak sanggup lagi memberikan bantuan kesehatan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salahsatu diantaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang terlilit utang hingga mencapai Rp7 miliar akibat cukup tingginya piutang yang belum terbayarkan oleh BPJS Kesehatan. Manajemen RSUD Karawang menyatakan bahwa kondisi itu terjadi karena piutang sekitar Rp24 miliar. Piutang tersebut merupakan klaim BPJS Kesehatan yang belum tertagih selama 2 bulan, November hingga Desember 2017.

RSUD dr Mohamad Saleh, di Kota Probolinggo, Jawa Timur juga mengalami nasib yang sama dan masih mengalami krisis obat hingga saat ini sehingga pasien tidak bisa mendapatkan bantuan obat dan terpaksa harus membeli di luar dengan harga relatif mahal. Hal ini diakui manajemen rumah sakit dikarenakan ada piutang BPJS Kesehatan yang sebesar Rp 21 miliar atau tagihan selama 3 bulan yang belum terbayarkan.

Kemudian RSUD Cianjur Jawa Barat yang memiliki piutang belum terbayarkan dari BPJS Kesehatan sebesar Rp30 miliar. Utang yang belum terbayar sejak bulan Oktober 2017 ini mebuat Pemerintah Kabupaten dan DPRD Cianjur mendesak BPJS Kesehatan segera membayarkan klaim tersebut. Terlambatnya pembayaran ternyata memengaruhi pelayanan dan membuat pemberian insentif untuk petugas RSUD Cianjur terus tertunda.

Pembayaran klaim BPJS Kesehatan Kota Langsa, Aceh, ke RSUD setempat sejak Oktober hingga Desember 2017 juga tertunggak. Tak tanggung-tanggung, nilai tunggakan mencapai sekitar Rp13 Miliar lebih yang belum diterima pihak RSUD Langsa. Akibatnya, untuk menyediakan stok obat-obatan pihak rumah sakit harus berutang kepada pihak penyedia obat. Tertunggaknya klaim BPJS Kesehatan ke RSUD Langsa, menurut pihak BPJS disebabkan dana itu belum bisa disalurkan ke RSUD karena adanya rasionalisasi anggaran BPJS Kesehatan dari Pusat.

Banyaknya tunggakan oleh BPJS Kesehatan kepada rumah sakit daerah ini sepertinya memiliki kasuistis dengan defisit keuangan BPJS Kesehatan yang telah mencapai Rp9 triliun. Defisit yang terjadi sejak tahun 2014 dan terus membengkak hingga tahun 2017 ini membuat operasional keuangan BPJS Kesehatan di daerah-daerah juga terhambat, hingga banyak terjadi masalah pembayaran di beberapa rumah sakit yang jadi rujukan banyaknya pasien JKN-KIS.

Bahkan kabarnya DPRD Kabupaten Gunungkidul akan memanggil pihak penyelenggaran untuk mengklarifikasi dinonaktifkannya 19.557 peserta bantuan iuran JKN-KIS secara sepihak oleh BPJS Kesehatan.

Manajemen BPJS Kesehatan saat dikonfirmasi langsung, tidak membenarkan adanya keterkaitan langsung piutang rumah sakit yang masih tertagih dengan kondisi keuangan BPJS Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat, beberapa waktu lalu menerangkan kepada Akurat.co, bahwa tidak ada persoalan menunggak apalagi tidak membayar klaim BPJS Kesehatan ke rumah sakit. Karena semuanya sudah diatur dalam regulasi dan memang harus ada proses yang ditempuh untuk mencairkan klaim BPJS.

"Pada Perpres No.12 Tahun 2013 tentang JKN pada pasal 38 disebutkan BPJS wajib membayar fasilitas kesehatan (Faskes) atas pelayanan yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 hari sejak dokumen klaim diterima lengkap," kata Nopi menegaskan.

Kemudian ia juga menunjukkan bahwa ada aturan dalam Perpres No.111 Tahun 2013 pasal 38 yang memberikan rincian sehingga penyelesaian tunggakan rumah sakit menjadi, pembayaran tiap tanggal 15 setiap bulan berjalan bagi Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang menggunakan cara pembayaran praupaya berdasarkan kapitasi; dan 15 hari sejak dokumen klaim diterima lengkap bagi Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan.

"BPJS Kesehatan wajib membayar ganti rugi kepada Fasilitas Kesehatan sebesar 1%. dari jumlah yang harus dibayarkan untuk setiap 1 bulan keterlambatan. Tentang, 15 hari sejak dokumen diterima lengkap, ini juga disebutkan dalam Pasal 12 Permenkes 71/2013. Jadi kami juga tidak mau didenda karena merugikan kita sendiri sehingga semuanya kita lakukan tepat waktu sesuai peraturan yang berlaku," imbuh Nopi.

Dia menekankan aturan tersebut hingga memberikan contoh layaknya nasabah kartu kredit perbankan. Apabila belum masuk masa tagihan maka nasabah perbankan belum ada kewajiban untuk membayar pinjaman kredit yang telah dilakukan. Tapi kalau sudah masuk masanya maka mekanisme pembayaran wajib dilakukan ke perbankan.

"Kami bisa memberikan contoh rumah sakit yang selalu menjadi benchmarking kami adalah Rumah Sakit Pelni dan Rumah Sakit An-Nisa Tangerang. Mereka bisa membuktikan bahwa layanan BPJS Kesehatan bisa sangat terintegrasi disana, apalagi mengenai pelaporan keuangan dan klaim tunggakan. Karena kita sudah mempunyai sistem yang telah diterapkan di semua daerah. Apalagi ada peraturan pemerintah yang mengatur semuanya," tutur dia.

Terkait dengan penonaktifan peserta di Gunungkidul, Yogyakarta, Nopi mengaku tidak punya statement apa-apa untuk menanggapinya.

Dia hanya mengatakan bahwa permasalahan tersebut sedang di selesaikan oleh pihak BPJS Kesehatan cabang Yogyakarta. Apalagi dikarenakan undangan pembahasan program JKN-KIS bersama dengan pihak BPJS Kesehatan dan Anggota DPRD Gunungkidul masih akan diselenggarakan di pekan ketiga bulan Januari 2018. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

4 Pasang Kontestan Pilkada Kota Bogor Lolos Uji Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 11:45 WIB

Semua para calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.



Soal Video Mesum Mirip Marion Jola, Ini Komentar Maia Estianty

Rabu, 17 Januari 2018 11:44 WIB

Maia Estianty mengaku sudah mengetahui isu video mesum mirip kontestan Indonesian Idol bernama Marion Jola


Ronaldinho Ingin Akhiri Karier dengan Tur Keliling Dunia

Rabu, 17 Januari 2018 11:43 WIB

Ronaldo salah satu ikon sepakbola dunia


Kebijakannya Dikritik DPRD, Sandiaga Pilih Dengarkan Saran Menteri Rini

Rabu, 17 Januari 2018 11:42 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pagar itu dicabut karena terlihat tidak bagus.


Nekat Jambret di Tempat Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 11:41 WIB

Polisi sigap mendengar teriakan dua siswa yang akan dijambret.


Sandiaga Ngaku Bakal Tunaikan Semua Kontrak Politiknya

Rabu, 17 Januari 2018 11:32 WIB

Keberadaan becak adalah kontrak politik gubernur sebelumnya.


Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Mengaku Stres

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Amanda mengaku trauma untuk keluar rumah.


Selama Dini Hari Tadi, 19 Kali Guguran Warnai Gunung Sinabung

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Sementara itu, aktifitas kegempaan juga masih terus berlangsung. Tercatat gempa terjadi sebanyak 37 kali sepanjang subuh.


Tiga Hari Hilang, Saat Ditemukan Purnawiraman TNI Ini Luka di Kepala

Rabu, 17 Januari 2018 11:20 WIB

Ia ditemukan Polisi di kawasan Jalur Bus TransJakarta di Tanjung Priok.


Soal Perceraiannya, Ahok Hingga Kini Belum Dapat Panggilan dari PN Jakut

Rabu, 17 Januari 2018 11:11 WIB

Josefina tetap menunggu surat pemanggilan tersebut. Bahkan hal ini sudah dilaporkan ke kliennya pada Jumat (12/1) lalu.


Kaesang Pangarep Buktikan Kakaknya Mirip Personel Meteor Garden

Rabu, 17 Januari 2018 11:10 WIB

Kaesang Pangarep posting foto Gibran Rakabuming Raka yang buat warganet ngakak.


Anggaran FORMI Surabaya 2018 Capai Rp1,1 Miliar

Rabu, 17 Januari 2018 11:08 WIB

Anggaran FORMI yang dianggarkan dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai Rp1,1 miliar.


Dominasi Laga, Persija Justru Terima Kekecewaan dari Tim Malaysia

Rabu, 17 Januari 2018 11:04 WIB

Gol ke gawang Persija justru dicetak oleh sang mantan


Yeay... Bulan April, Bus Wisata akan Hadir di Kota Banjarbaru

Rabu, 17 Januari 2018 11:02 WIB

Peluncuran dua unit bus wisata itu direncanakan bertepatan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2018.