Meski Harga Kian Merangkak, Sektor Migas Alami Tren Menurun Jika Patokannya Ketersediaan

akurat logo
Aji Nurmansyah
Selasa, 09 Januari 2018 15:32 WIB
Share
 
 Meski Harga Kian Merangkak, Sektor Migas Alami Tren Menurun Jika Patokannya Ketersediaan
Pekerja beraktivitas di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS) yang merupakan tempat pengolahan minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam, Kutai Kartanegara, Rabu (27/12).. ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Sebagian kalangan mengkhawatirkan kondisi cadangan minyak bumi di Indonesia yang trennya terus-terusan menurun. Hal ini nampak tidak bisa di sembunyikan pemerintah. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan hal itu.

Menurut Ego saat ini kemampuan memproduksi minyak dan gas bumi Indonesia 800.000 barel per hari. Ratio ketersediaan minyak bumi tersebut masih di angka 60%.

"Jadi soal cadangan, saya gak bawa angka-angkanya. Tapi secara urutan, kita memproduksi 800.000 barel minyak sehari. Kalau dikali 365 hari berapa juta tuh. Rule of time, ratio reserve kita 60%," ujar Ego Syahrial saat ditemui di Jakarta, Selasa (9/1).

Ego menambahkan bahwa cadangan migas memang dari hari ke hari terus berkurang. Ia mencontohkan pada saat menyedot 1 barel minyak bumi dari ladang migas di dalam negeri. Yang sangat mengkhawatirkan karena pengganti yang ditemukan untuk cadangan minyak selanjutnya hanya 0,6 barel. Artinya masih jauh lebih banyak yang diambil ketimbang pengantinya.

"Artinya, saya akui bahwa penemuan kita gak bertambah banyak malah makin kurang. Kita menyedot satu barel, kita nemu penggantinya cuman 0,6 barel. Jadi memang ada penurunan produksi," tambah dia.

Penurunan produksi itu tidak bisa dibantah oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM. Namun demikian Ego menjelaskan masih banyak potensi cekungan dan cadangan minyak yang belum dan sedang di ekplorasi. Karena itu ke khawatiran itu tidak perlu terjadi sebab dari 128 Wilayah Kerja (WK) migas yang ada menurut Ego baru sekitar 45% yang sudah di ekplorasi sisanya masih menunggu sentuhan Investor.

"Apakah cadangan migas habis? Tidak. secara skla kita ada 128 cekungan migas, baru 45 persen yang betul betul kita sentuh eksplorasi maupun ada yang gak menghasilkan apa apa. Ada potensi mainly di Indonesia timur yang memang belum disentuh. Nah ini yang jadi tugas kita," katanya.

Tak mau berdiam diri dengan tren penuruan minyak bumi di dalam negeri, pemerintah terus bekerja keras diantaranya degan memperbaiki sistem regulasi demi memancing minat investasi yang juga sepi. Pasalnya sektor energi khususnya di bidang migas memang sepanjang tahun 2017 sepi dari target investasi. Meski Kementerian ESDM mengakui bahwa terjadi peningkatan Investasi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Salah satu upaya pemerintah dengan memperbaiki regulasi terutama dari rezim cost recovery menjadi rezim Gross Split. Pasalnya pemerintah lebih mantap dengan sistem Gross Split. Lantaran penerimaan negara disebut-sebut lebih besar. Namun tanpa memberatkan pelaku usaha.

Gross Split sudah diperbaiki dengan mengakomodasi keberatan dari pihak investor. Khususnya terkait dengan sistem perpajakan yang selama ini dianggap terlalu memberatkan pelaku usaha.

"Peraturan pemerintah yang kita keluarkan, dalam rangka meningkatkan iklim investasi dari sisi perpajakan. PP Nomer 27 Tahun 2017. Yaitu, khusus untuk insentif rezim cost recovery. Dan, di akhir tahun kita menyelesaikan PP terkait sistem perpajakan hulu migas soal gross split. Ini kami mengkaitkan dengan hasil lelang wilayah kerja kita tahap pertama. Kita akui, memang PP 52/2009 ini ditunggu," ujar Ego Syahrial.

Selain itu menurut dia gross split yang sudah direvisi jauh lebih efisien ketimbang cost recovery sehingga pelaku usaha yang ingin berinvestasi di bidang migas tak perlu memiliki kekhawatiran yang berlebihan. Masalah terus menurunnya minyak dan gas bumi itu akan diselesaikan pemerintah dengan menguatkan ekplorasi ladang-ladang migas baru.

Egi mengklaim saat ini pemerintah sudah berhasil melelang 5 dari 7 wilayah kerja konvensional WK migas demi meningkatkan produksi minyak bumi di tahun-tahun mendatang.

"Kedepan, ini yang akan kita kerjakan kedepan. Perubahan policy pemerintah dari rezim cost recovery ke gross split ini salah satu solusi untuk efisien. Ini bisa menggiatkan lagi eksplorasi. Indikatornya sudah ada dari 7 penawaran 5 diantaranya masuk," tandasnya.

Ego sesumbar untuk beberapa tahun ke depan dengan adanya lelang WK migas baru ketersediaan migas akan kembali menjadi 100%. Meningkatkan 40% dari cadangan yang ada saat ini. Ia berkilah cadangan hanya 60% karena masih banyak ladang migas yang belum laku.

"Memang berkurang sedikit, tapi masih kita amankan. Jadi, kedepan kita mendekati angka 100 persen reserve kita. Dengan lelang migas, POD, saya harap angka itu naik terus," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Beda Penilaian Pengamat tentang Perry Warjiyo Calon Gubernur BI

Minggu, 25 Februari 2018 08:25 WIB

Duh... ini mau dikocok kemana posisi Bank Sentral...


Jokowi Ingatkan Rakyat Tidak Retak Karena Pilkada

Minggu, 25 Februari 2018 08:02 WIB

"Silakan dipilih pemimpin-pemimpin yang paling baik. Berbeda pilihan boleh-boleh saja, silakan. Tetapi setelah itu, marilah kita rukun,"


Juara di Dubai, Svitolina Samai Henin dan Williams

Minggu, 25 Februari 2018 08:00 WIB

Elina Svitolina mengalahkan Daria Kasatkina dalam laga dua set dengan skor 6-4 dan 6-0.


Petugas Medis Meninggal Saat Menolong Korban Gas Beracun

Minggu, 25 Februari 2018 07:47 WIB

BK kapal MV Sumiei sudah memperingatkan agar para pekerja tidak melakukan pembongkaran sebelum 3 jam karena dari kapal tercium bau amumisi


Maret 2018 Pemkot Tomohon Realisasikan Transaksi Nontunai ASN

Minggu, 25 Februari 2018 07:30 WIB

Pemberlakuan kebijakan transaksi nontunai berdasar pada surat edaran Mendagri Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Nontunai


Nilai Ahok Bakal Ikut Pilpres, Alumni 212: Jadi Gubernur Saja Meresahkan

Minggu, 25 Februari 2018 07:30 WIB

Al-Khathath mengatakan sekira 5.000 orang bakal kawal sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara.


Dipolisikan, Anies: Ketika Berjuang Tegakkan Keadilan Tentu Akan Banyak Masalah

Minggu, 25 Februari 2018 07:00 WIB

Hadapi itu dan tunjukkan kepada semua bahwa kebijakan yang dilakukan untuk menghadirkan keadilan.


Spaletti: Tensi Pertandingan Memengaruhi Pemain Saya

Minggu, 25 Februari 2018 06:53 WIB

"Sudah jelas sejak kick-off, kami kehilangan tempo permainan," kata Luciano Spaletti.


Inflasi Kota Palu 2017 Rangking Kedua Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 06:45 WIB

Inflasi bulan Desember tahun 2017 telah menempatkan Kota Palu pada posisi kedua di wilayah Sulawesi, Maluku Papua (Sulamampua) dan Nasional


Besok, 5.000 Orang Kawal Sidang PK Ahok

Minggu, 25 Februari 2018 06:30 WIB

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, Al-Khathath mengatakan sekira 5.000 orang bakal kawal sidang PK Ahok.


BI Ramal Inflasi Februari Akan Sentuh 0,19 Persen Karena Harga Pangan

Minggu, 25 Februari 2018 06:05 WIB

Salah satu sumber tekanan inflasi nasional, kata Agus, berasal dari kelompok harga barang pangan bergejolak di Jawa dan Sumatera.


Ancam Korban Pakai Golok, 2 Pelajar Rampas Motor di Karawang

Minggu, 25 Februari 2018 05:59 WIB

Dua remaja yang masih kelas 3 SMA di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor.


Bamsoet: Peran Orang Tua Tanamkan Nilai Moral Anak

Minggu, 25 Februari 2018 05:30 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya peran orang tua menanamkan nilai-nilai moral kepada anak untuk meraih keberhasilan.


Untuk Asian Games, Milla Butuh Pemain Senior yang Memimpin

Minggu, 25 Februari 2018 05:25 WIB

"Pendekatan pemain senior dengan pemain muda pasti berbeda dengan para pelatih," kata Luis Milla.


Suarez, Messi, dan Coutinho Menggelar "Persembahan" untuk Camp Nou

Minggu, 25 Februari 2018 05:08 WIB

Kemenangan ini mengokohkan Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga Spanyol dengan 65 angka.