Kaleidoskop 2017

Peringkat Investasi Menanjak Meski Investor Masih Wait and See

akurat logo
Prabawati Sriningrum
Senin, 01 Januari 2018 11:21 WIB
Share
 
Peringkat Investasi Menanjak Meski Investor Masih Wait and See
Ilustrasi Fitch Ratings.. ISTIMEWA/businessKorea.co.kr

AKURAT.CO, Gerak pertumbuhan ekonomi suatu negara menjadi kekuatan tersendiri dalam meningkatkan gairah investasi. Alhasil peringkat layak investasi yang diberikan oleh sejumlah lembaga rating ternama dunia pun menjadi keputusan yang didewakan, hingga menjadi tolok ukur situasi ekonomi yang ada di sebuah negara.

Pasalnya dengan adanya kenaikan rating tersebut, investor terutama asing semakin berminat untuk menanamkan investasinya. Begitu pula dengan negara berkembang seperti Indonesia yang terus berupaya meningkatkan rating kelayakan investasinya, agar menjadi negara yang dilirik oleh investor.

Keputusan Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) telah meningkatkan status investasi Indonesia dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil pada 20 Desember 2017 kemarin menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan ditanggapi sumringah oleh pemerintahan saat ini. Bahkan pemerintah sangat percaya diri jika rating itu merupakan langkah awal untuk meningkatkan kinerja perekonomian dari berbagai aspek.

"Saya rasa assesment yang sifatnya positif tentu akan menjadi suatu momentum yang akan terus kita gunakan untuk bagaimana meningkatkan kinerja perekonomian Indonesia, baik dari sisi pertumbuhan, penciptaan kesempatan kerja, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Tapi nyatanya, kenaikan rating itu belum sepenuhnya mampu menarik minat investor secara maksimal. Setidaknya ada tiga faktor yang bisa menjadi pertimbangan suatu negara dijadikan tujuan investasi, yakni pertumbuhan ekonomi, bisnis dan politik. Tiga faktor ini kemudian berimbas pada kondisi makro negara.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang dianggap stabil, namun harus dihiasi dengan penurunan daya beli yang menggemparkan bisnis ritel konvensional. Tercatat sejumlah ritel tersohor seperti Sevel Eleven (7-Eleven), Matahari, Ramayana, Lotus hingga Debenhams menjadi momok akan kondisi terkini pada sektor ritel.

Akan tetapi, agaknya kabar penurunan daya beli selalu disamarkan oleh pemerintah. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo justru mengungkapkan, angka penjulan ritel mengalami kenaikan sebesar 5 persen hingga kuartal III 2017. Hal itu sekaligus membantah anjloknya penjualan ritel yang tergerus oleh maraknya belanja online (e-commerce).

Padahal kondisi suram itu bukan tak mungkin menjadi salah satu faktor investor masih menahan investasinya di Indonesia. Selain panasnya tahun politik yang akan terjadi di tahun mendatang.

Adapun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, total net sell asing mencapai Rp572,98 miliar sehari sebelum penutupan perdagangan akhir tahun.

Meskipun investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy pada akhir perdagangan terakhir di tahun 2017, Jumat (29/12) kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, total net buy asing mencapai Rp337,73 miliar pada perdagangan hari ini.

Presiden Joko Widodo akhirnya mulai mati-matian merayu investor agar tak lagi bersikap wait and see untuk berinvestasi. Lantaran dengan kondisi fundamental makro ekonomi yang baik serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 41,61 poin di level 6.355,65, mencatat rekor tertingginya sepanjang masa setelah dibuka menguat 0,18% di level 6.325,62 seharusnya mampu menjadi momentum investor untuk berinvestasi tanpa harus khawatir jelang perhelatan politik.

"Dulu tahun 2015 ngomongnya wait and see karena Pilkada, 2016 ada Pilkada wait and see, tahun 2017 ada Pilkada wait and see, tahun 2018 ada Pilkada wait and see, 2019 ada Pilpres wait and see, politik biarlah politik, mari kita garap bersama-sama urusan ekonomi," tutur Jokowi.

Meski mantan Gubernur DKI Jakarta ini tetap mengakui masih terdapat sejumlah tantangan global yang bakal mungkin mempengaruhi perekonomian negara.

"Tapi kan enggak bisa kita sampaikan satu per satu. Baik masalah geopolitik, harga minyak, banyak. Banyak hal. Terus apa lagi? Saya harus ngomong apa? Kalau investornya wait and see gimana," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, selama 20 tahun terakhir, Indonesia akhirnya diberikan penilaian layak investasi oleh tiga lembaga pemeringkat dunia. Meskipun demikian, Indonesia harus terus berinovasi lantaran banyak tantangan investasi yang dapat dicapai.

"Tantangan investasi masih banyak. Kita sudah lama tidak menjadi negara hukum tapi menjadi negara peraturan. Seharusnya hal yang tidak perlu diatur ya tidak usah diatur," tegas Thomas.

Dengan demikian diperlukan banyak kerja keras dari pemerintah untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik yang mampu meyakinkan investor untuk tetap menjadikan Indonesia sebagai primadona untuk menanamkan modalnya di tanah air.

"Ekspor masih sangat bergantung pada harga komoditi global. Sementara investasi masih bisa diatur pemerintah, jadi untuk mendorong investasi ya harus membuat suasana yang membuat investor betah di Indonesia," tambah Chief Economist Bank BTN Winang Budoyo. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

4 Pasang Kontestan Pilkada Kota Bogor Lolos Uji Kesehatan

Rabu, 17 Januari 2018 11:45 WIB

Semua para calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.



Soal Video Mesum Mirip Marion Jola, Ini Komentar Maia Estianty

Rabu, 17 Januari 2018 11:44 WIB

Maia Estianty mengaku sudah mengetahui isu video mesum mirip kontestan Indonesian Idol bernama Marion Jola


Ronaldinho Ingin Akhiri Karier dengan Tur Keliling Dunia

Rabu, 17 Januari 2018 11:43 WIB

Ronaldo salah satu ikon sepakbola dunia


Kebijakannya Dikritik DPRD, Sandiaga Pilih Dengarkan Saran Menteri Rini

Rabu, 17 Januari 2018 11:42 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa pagar itu dicabut karena terlihat tidak bagus.


Nekat Jambret di Tempat Umum, Pria Ini Diamankan Polisi

Rabu, 17 Januari 2018 11:41 WIB

Polisi sigap mendengar teriakan dua siswa yang akan dijambret.


Sandiaga Ngaku Bakal Tunaikan Semua Kontrak Politiknya

Rabu, 17 Januari 2018 11:32 WIB

Keberadaan becak adalah kontrak politik gubernur sebelumnya.


Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Mengaku Stres

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Amanda mengaku trauma untuk keluar rumah.


Selama Dini Hari Tadi, 19 Kali Guguran Warnai Gunung Sinabung

Rabu, 17 Januari 2018 11:25 WIB

Sementara itu, aktifitas kegempaan juga masih terus berlangsung. Tercatat gempa terjadi sebanyak 37 kali sepanjang subuh.


Tiga Hari Hilang, Saat Ditemukan Purnawiraman TNI Ini Luka di Kepala

Rabu, 17 Januari 2018 11:20 WIB

Ia ditemukan Polisi di kawasan Jalur Bus TransJakarta di Tanjung Priok.


Soal Perceraiannya, Ahok Hingga Kini Belum Dapat Panggilan dari PN Jakut

Rabu, 17 Januari 2018 11:11 WIB

Josefina tetap menunggu surat pemanggilan tersebut. Bahkan hal ini sudah dilaporkan ke kliennya pada Jumat (12/1) lalu.


Kaesang Pangarep Buktikan Kakaknya Mirip Personel Meteor Garden

Rabu, 17 Januari 2018 11:10 WIB

Kaesang Pangarep posting foto Gibran Rakabuming Raka yang buat warganet ngakak.


Anggaran FORMI Surabaya 2018 Capai Rp1,1 Miliar

Rabu, 17 Januari 2018 11:08 WIB

Anggaran FORMI yang dianggarkan dari APBD Kota Surabaya untuk kegiatan selama 2018 mencapai Rp1,1 miliar.


Dominasi Laga, Persija Justru Terima Kekecewaan dari Tim Malaysia

Rabu, 17 Januari 2018 11:04 WIB

Gol ke gawang Persija justru dicetak oleh sang mantan


Yeay... Bulan April, Bus Wisata akan Hadir di Kota Banjarbaru

Rabu, 17 Januari 2018 11:02 WIB

Peluncuran dua unit bus wisata itu direncanakan bertepatan peringatan hari jadi Kota Banjarbaru tanggal 20 April 2018.