Ngintip Utak Atik Aturan Tambal Defisit BPJS Kesehatan

akurat logo
Denny Iswanto
Rabu, 13 Desember 2017 09:01 WIB
Share
 
Ngintip Utak Atik Aturan Tambal Defisit BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan. ELSHINTA.COM

AKURAT.CO, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana akan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) guna membantu berjalannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang saat ini mengalami defisit anggaran.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Kemenkeu, Boediarso Teguh Widodo, saat pemaparan dalam acara pelatihan wartawan Forum Komunikasi Wartawan Ekonomi Makro (FORKEM) di Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/12), bahwa defisit JKN bisa diatasi dengan melalui dua jalan.

"Pertama, adalah penyelesaian tunggakan iuran yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan menerbitkan PMK mengenai sanksi pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU). Dalam UU No 15 tahun 2015 sudah diatur bahwa daerah yang tidak memenuhi paling sedikit anggaran diwajibkan untuk kesehatan, dapat dilakukan penundaan atau pemotongan dana transfer ke daerah," ujarnya.

Boediarso mengatakan bahwa cara tersebut akan diatur dalam PMK nomor 183 tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelesaian Tunggakan Iuran Jaminan Kesehatan Daerah melalui Pemotongan.

"Yang kedua, pemerintah akan memotong penerimaan yang bersumber dari pajak rokok untuk mendukung program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan," tuturnya.

Untuk skema pemotongan ini yakni, sebesar 75% dari 50% penerimaan pajak rokok. Besarannya akan dipotong langsung dari realisasi masing-masing Pemda pada rekening Pendapatan Daerah Pajak Rokok.

Penerimaan pajak rokok daerah tahun ini diperkirakan olehnya mencapai Rp 13 triliun. Dengan demikian, besaran pajak rokok yang akan dipotong menggunakan skema 75% dari 50% total penerimaan pajak rokok tersebut mencapai Rp 4,9 triliun.

"Tata cara pemotongan realisasi penerimaan pajak rokok ini akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) melalui Revisi PMK nomor 115 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok. Rencananya, PMK tersebut akan diterbitkan dalam waktu dekat. Revisinya baru akan kami selesaikan, dan akan kami eksekusi," jelas dia.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan mengungkapkan defisit neraca keuangan perusahaan Rp 9 triliun disebabkan oleh banyaknya peserta jaminan kesehatan yang menunggak iuran. Jumlah penunggak juga sangat banyak sekitar 10 juta peserta jaminan kesehatan.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengungkapkan, iuran yang saat ini diberlakukan tidak sesuai dengan perhitungan aktuaris. Seperti diketahui, saat ini untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar Rp 23.000 dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) sebesar Rp 25.500. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Bagi Syifa Hadju, Ramadan Adalah Momen Kumpul Bersama Keluarga

Jumat, 25 Mei 2018 13:51 WIB

Mulai dari sahur hingga buka puasa bersama.


Ladies, Gantilah Pembalut Anda Minimal 6 Jam Sekali

Jumat, 25 Mei 2018 13:50 WIB

Sejumlah penyakit pada miss V menghantui kapan saja.


Zaskia Sungkar Rasakan Perbedaan Setelah Pulang Umrah di Tahun Ini

Jumat, 25 Mei 2018 13:48 WIB

Sepulang mengunjungi Baitullah itu ada dampak yang lebih baik lagi bagi Zaskia Sungkar.


Lupa Kasih Lobang Penyebab Drum Cairan Kimia di Dekat PN Jaksel Meledak

Jumat, 25 Mei 2018 13:47 WIB

Percikam api akibat las pembelah dua drum mengenai cairan kimia yang ada di dalamnya.


Mudik Lebaran, Kantor Polisi dan Kantor Kelurahan Bisa Dijadikan Tempat Penitipan

Jumat, 25 Mei 2018 13:44 WIB

"Ini merupakan upaya dari aparat untuk melayani dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat."


Cerita Artidjo Alkostar Pernah Dikirimi Cek untuk Suap

Jumat, 25 Mei 2018 13:43 WIB

Nominal suap maupun bentuknya pun variatif.


Jaga Rumah yang Ditinggal Mudik, Satpol PP DKI Bakal Rutin Lakukan Patroli

Jumat, 25 Mei 2018 13:33 WIB

Satpol PP akan bekerjasama dengan Polri dan TNI serta masyarakat untuk mengamankan rumah yang ditinggal mudik penghuninya.


Setelah Thailand, Timnas U-23 Bakal Jajal Kekuatan Korea Selatan

Jumat, 25 Mei 2018 13:28 WIB

Timnas Indonesia U-23 berencana menjajal kekuatan Korea Selatan.


Bekas Karyawan Curi Brankas Bos Berisi Uang Rp48 Juta

Jumat, 25 Mei 2018 13:26 WIB

Uang hasil curiannya digunakan untuk foya-foya.


Kemenkop Beri Pelatihan Manajemen Bisnis Bagi Koperasi dan UKM

Jumat, 25 Mei 2018 13:24 WIB

Kementerian Koperasi dan UKM adakan pelatihan manajemen bisnis bagi Koperasi dan UKM agar siap berkompetensi


Aman Abdurrahman Nilai Kasusnya Bernuansa Politik

Jumat, 25 Mei 2018 13:23 WIB

"Intinya adalah ada nuansa politik bermain, adanya kecemasan pemerintah."


Cari Uang Tambahan Buat Lebaran, Pak Ogah Nyambi Jadi Jambret

Jumat, 25 Mei 2018 13:17 WIB

Pelaku dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.


Pendukung Liverpool Jadi Korban Penyerangan Gerombolan Orang Tak Dikenal

Jumat, 25 Mei 2018 13:16 WIB

Sejumlah pendukung Liverpool menjadi korban penyerangan sekelompok orang tak dikenal.


Bukan Bom, Ini Sumber Ledakan yang Bikin Sidang Aman Abdurahman Sempat Diskors

Jumat, 25 Mei 2018 13:12 WIB

Sumber ledakan berasal dari drum bekas bahan kimia cairan pengeras semen.


Kasus Video ABG Ancam Jokowi, Mardani: Ini Hate Speech Terparah yang Pernah Ada

Jumat, 25 Mei 2018 13:11 WIB

Menurutnya, hukum harus ditegakkan dan pendekatan hukum harus diperlakukan sejenis.