Gelar Rakernas Akuntansi, Menkeu Harap Pengelolaan Keuangan Makin Transparan

akurat logo
Denny Iswanto
Kamis, 14 September 2017 14:55 WIB
Share
 
Gelar Rakernas Akuntansi, Menkeu Harap Pengelolaan Keuangan Makin Transparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 dengan tema "Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Indonesia Sejahtera" di gedung Dhanapala Kemenkeu Jakarta, Kamis (14/9).. Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2017 dengan tema "Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara untuk Indonesia Sejahtera" di gedung Dhanapala Kemenkeu Jakarta, Kamis (14/9).

Penyelenggaraan Rakernas ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen Menteri/Pimpinan Lembaga, Gubernur, Bupati, Walikota untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara. Selain itu juga untuk membangun kesadaran bahwa tujuan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel adalah mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan.

Tujuan selanjutnya adalah meningkatkan pemanfaatan informasi yang tersaji pada laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan datam rangka meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Kemudian memastikan sinergi penerapan akuntansi berbasis akrual dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta memberikan apresiasi kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang Laporan Keuangannya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian.

"Setiap rupiah yang dialokasikan di dalam APBN dan APBD merupakan amanat dari rakyat yang harus dikelola oleh pemerintah secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, pengelolaan keuangan negara dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan.

Selain itu, Menkeu juga mengharapkan agar seluruh Menteri/Pimpinan Lembaga serta para Gubernur, Bupati, dan Walikota beserta jajarannya untuk bersungguh-sungguh dalam beberapa hal ini, yakni :

1.Merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada manfaat.

2.Meningkatkan peran Aparat Pengawas Intern Pemerintah dalam mengawal setiap tahapan pengelolaan keuangan negara.

3.Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan APBN/APBD.

Terkait dengan tema Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih dengan memperhatikan arahan Bapak Presiden RI pada Rakernas Akuntansi tahun yang lalu, bahwa pencapaian opini WTP harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2016 memperoteh opini terbaik yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang pertama kalinya sejak pemerintah membuat laporan keuangan.

"Opini WTP itu sendiri memiliki makna yang mendalam, tidak hanya bagi Pemerintah selaku pengelola Keuangan Negara, namun juga bagi perekonomian nasional dan masyarakat," ucap Sri Mulyani.

Pada Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Tahun 2017, Menkeu mengungkapkan bahwa Pemerintah memberikan penghargaan bagi Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, dan Pemerintah Kabupaten) yang telah mendapat opini terbaik dari BPK yaitu Opini Wajar Tanpa Pengecualian minimal selama 5 (lima) kali berturut-turut.

"Pemerintah mengharapkan kegiatan Rakernas ini dapat membangun semangat bersama untuk terus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, sehingga APBN dan APBD dapat digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam melaksanakan program-program pembangunan nasional untuk mewujudkan Nawacita sebagai upaya dalam mencapai Indonesia Sejahtera," tutup Sri Mulyani. []

 


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.


Semangat David Maulana Membelah Ancaman Pelatih Thailand

Selasa, 19 September 2017 20:13 WIB

Besok, Indonesia akan menghadapi Thailand