Dewi 'Dee' Lestari Ingin Perubahan Sistem Perpajakan untuk Penulis

akurat logo
Denny Iswanto
Kamis, 14 September 2017 09:30 WIB
Share
 
Dewi 'Dee' Lestari Ingin Perubahan Sistem Perpajakan untuk Penulis
Penulis Dewi Lestari saat ditemui dalam dialog pajak penulis dan pekerja seni di Jakarta, Rabu (13/9).. Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Dewi Lestari, penulis Novel best seller Supernova, menginginkan adanya perubahan dalam sistem perpajakan untuk para penulis buku agar tidak memberatkan meskipun sudah ada perbaikan regulasi.

"Kalau menurut saya pajak penulis buku kalau dibandingkan sebelumnya, setidaknya dalam tahun 2017 sudah ada perbaikan. Tadinya, pendapatan bruto penulis dikenai pajak 100%. Untuk saat ini ada aturan penggunaan Norma Perhitungan Penghasilan Neto (NPPN) akhirnya menjadi 50%," ujar dia di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta, Rabu (13/9).

Dia pun mengaku, ramainya masalah perpajakan untuk penulis buku dari statement keras Tere Liye kepada otoritas pajak memang ada beberapa problem yang melatarbelakangi.

"Hal ini karena minimnya sosialisasi sebenarnya. Sehingga, perlakuan antar kantor pajak berbeda. Permasalahan lainnya, ternyata masih banyak penulis yang belum mengetahui sistem perpajakannya. Jadi harusnya ada sosialisasi mengenai sistem pajak yang baru," jelas dia.

Namun Dee, panggilan pena Dewi Lestari, mengungkapkan bahwa ada yang mengganjal dalam dirinya mengenai perpajakan. Pasalnya perpajakan penulis saat ini masuk dalam satu kategori yang sama dengan beberapa pegiat seni lain seperti aktor, pencipta lagu atau pemain film.

"Tapi sebenarnya pola pendapatan, pola produksi penulis berbeda dengan profesi tadi. Kami menulis produksinya panjang, pendapatan kami jarang, kalau saya dapat royalti hanya setahun dua kali. Apalagi kalau menulis buku pertama saya hari ini, saya baru bisa merasakan hasilnya 18 bulan kemudian. Itu kan sangat panjang seperti orang memandang atau petani," jelas dia.

Dia juga menambahkan, dengan penghasilan yang jarang seperti itu maka profesi penulis buku tidak bisa disamakan dengan profesi pekerja seni lainnya.

"Karena hal ini tidak hanya masalah menghasilkan rasa. Lalu bagaimana nafkah maupun penghidupan kami dari bulan ke bulan selama 18 bulan. Kalau penyayi kan bisa langsung dapat fee dari manggung langsung," jelas dia.

Namun dia mengatakan bahwa selama ini memang tidak ada permasalahan dengan petugas atau otoritas pajak dan hanya ingin tahu saja apa alasan dari regulasi perpajakan di atas.

"Selama ini petugas pajak sudah sangat jelas dalam memberikan detail mekanismenya, saya juga tidak ada masalah dengan pajak, saya bayar rutin," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.