Varian Kopi Nusantara

Diapresiasi di Atlanta, Tapi Kopi Ciwidey Terancam Punah

akurat logo
Rizal Mahmuddin
Rabu, 13 September 2017 20:01 WIB
Share
 
Diapresiasi di Atlanta, Tapi Kopi Ciwidey Terancam Punah
Firman Budiman petani kopi asal Ciwidey, Bandung Selatan dalam pameran Jakarta Coffee Week di Pantai Indah Kapuk Jakarta, Sabtu (9/9).. Foto: AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Turut hadir menjadi pelaku sejarah pada perhelatan Jakarta Coffee Week akhir pekan lalu, Firman Budiman petani kopi asal Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat berpendapat, bicara soal kopi ada baiknya harus menoleh ke sektor hulu.

"Soalnya kopi tuh ngga bisa bohong ya, kalau dari hulunya sudah nggak benar, kedepannya juga pasti ngga benar," tuturnya membuka percakapan dengan Akurat.co.

Berangkat dari prinsip itulah yang membuat dirinya kini selalu berupaya untuk bisa konsisten menjaga kualitas Kopi Ciwidey.

Dalam proses pascapanen, ia menekankan kepada teman-teman petani kopi lainnya agar mengimplikasikan Program Petik Merah untuk menghasilkan biji kopi dengan kualitas premium.

"Cara memetiknya pun tidak boleh ditarik tapi setengah diputar, atau dipelintir," imbuh Firman sembari memperagakan bagaimana cara memetik kopi yang baik dan benar.

Tak mengherankan, bila dengan prinsip yang dipegang teguhnya itu, mampu mengantarkan Kopi Ciwidey hingga sempat masuk kedalam 15 besar kopi terbaik dari 74 kopi yang dilombakan di Atlanta, Amerika Serikat pada tahun lalu.

Selanjutnya Firman mengatakan, terkait pemasaran, produk Kopi Ciwidey sudah dilempar ke berbagai daerah di Indonesia. Sementara  untuk pasar global telah di ekspor ke Singapura dan Slandia Baru melalui kerjasama dengan perusahaan Javanero.

"Kalau jumlah pengiriman dibantu sama Javanero, setahunnya, ke Singapura 1,5 ton dan Slandia baru 9,6 ton... Kalau pasar lokal ngga tentu ya, sekitar 1 ton lah, " Paparnya.

Jajaka Bandung itu mengungkapkan, total petani yang tergabung dalam kelompok tani Ciwidey saat ini berjumlah sekitar 200 orang, dan mereka menggarap lahan seluas 250 hekta milik perhutani.

"Ya, petani menggunakan  lahan milik Perhutani. Jadi ada hutan-hutan Perhutani, sudah ada kerja sama dengan catatan tanaman yang ditanam itu harus kopi," katanya.

Ia menambahkan, "Kita ngga bayar, tapi pakai sistem sharing. Setiap kali panen 25 persen buat perhutani. Tapi itu masih bisa disesuaikan. Sebab kalau saat panennya kurang, ya... ngga sampe 25 persen juga,"

Pada kesempatan itu juga Firman mengatakan, selain tetap menjaga kualitas,  kedepan pihaknya juga bakal menambah lahan baru, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk bisa menggenjot peningkatan produksi kopi.

"Kan ironis, kita juara di ajang kompetisi luar negeri tapi begitu diminta kopinya mana, ternyata ngga ada karena kuantitasnya sedikit," tuturnya.

Firman juga bakal mencari cara untuk bisa menarik teman-temannya agar mau bertani kopi, sehingga di masa mendatang kopi Ciwidey dapat tetap dilestarikan dari generasi ke generasi.

"Fokus saya juga soal regenerasi, sebab petani-petani disana (Ciwidey) sudah mulai tidak bisa lagi berproduksi. Anak-anak muda di sana malah keluar, cari kerja diluar, jadi kebunnya ngga ada yang ngurusin," tandasnya kemudian. []


Editor. Jajang Yanuar Habib

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.


Semangat David Maulana Membelah Ancaman Pelatih Thailand

Selasa, 19 September 2017 20:13 WIB

Besok, Indonesia akan menghadapi Thailand