Menko Luhut Minta Divestasi Saham Freeport Selesai 2019

akurat logo
Aji Nurmansyah
Rabu, 13 September 2017 19:48 WIB
Share
 
Menko Luhut Minta Divestasi Saham Freeport Selesai 2019
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga dari kanan), saat foto bersama dengan para jajaran pejabat eselon III pasca pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap tiga pejabat baru di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, di Jakarta (13/9). . Foto: maritim.go.id

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa divestasi saham miliki PT Freeport Indonesia harus selesai diakuisi pada 2019 mendatang. Pasalnya mantan perwira tinggi militer ini mengaku jika Indonesia sudah memegang saham mayoritas ia memastikan bahwa Freeport akan dikendalikan oleh pemerintah.

"Soal saham itu harus dari 2019. Yang jelas kalau sudah 51 persen penerimaan negara lebih besar dari KK.  Divestasi 51 persen ini sedang di bicarakan berapa persen yang dikuasai negara dan berapa persen yang dikasih ke Pemda, BUMN, BUMD dan lain-lain," ujar Luhut saat ditemui di Jakarta, (13/8).

Adapun ketentuan tentang siapa yang akan membeli saham Freeport tersebut dan apakah saham itu akan diakusisi secara bertahap atau sekaligus. Luhut menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang menhitung ketentuan-ketentuan tersebut. Ia memastikan bahwa Pemerintah pusat akan melibatkan pemerintah daerah namun untuk persentase pembagian sahamnya pemerintah belum memutuskan.

Sementara itu Pemerintah dan Freeport sepakat untuk menyerahkan perhitungan saham Freeport kepada Valuator independen yang akan menghitung dengan cermat berdasarkan mekanisme pasar (market Value) yang berlaku secara umum.

Terkait dengan landasan hukum Freeport Luhut menegaskan bahwa sudah jelas landasan hukum freeport saat ini menggunakan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUP‎K) dan makan habis pada tahun 2031. Setelah itu pemerintah akan mengaji ulang track record Freeport kalau seandainya semua berjalan sesuai dengan kesepatan misalnya syarat-syarat yang diminta pemerintah misalnya terkait dengan pembangunan smelter diselesaikan dengan baik. Pemerintah akan fair dan kembali memberikan per panjangan pada 10 tahun berikutnya.

"Mengenai Freeport saya kira sudah jelas, landasan hukumnya IUPK, tidak lagi menggunakan KK. Ini kita tandatangan setelah ini selesai. Kontraknya expired 2031 dalam jangka waktu tersebut freeport harus membangun smelternya," tambah dia.

Terkait dengan adanya suara-suara penolakan dari Freeport atau pun mengenai statmen yang berkembang. bahwa Indonesia mengantungi saham mayoritas. Namun Freeport akan berupaya mengendalikan operasionalisasi dan arah kebijakan perusahaan. Luhut tegas membantah menurut dia sebagai pemegang saham mayoritas Pemerintah berhak untuk mengendalikan arah kebijakan Freeport ke depan.

"Kita negara yang berdaulat. Masa 51 persen dan 41 persen bisa dia yang mengontrol dari mana ya itu. Saat ini 97 persen pekerja di Freeport itu adalah anak ITB , Freeport itu  sudah dioperasi kan oleh mereka. Kita mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku umum," tandasnya.

Terkait dengan peraturan yang berubah-ubah seiring dengan pergantian rejim pemerintahan. Luhut menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen sesuai dengan ketentuan umum yang berlaku. Selain itu menurut dia pemerintahan setelah ini juga tidak bisa dengan mudah membatalkan atau merevisi perjanjian yang sudah dibuat.

Karena itu Ia meminta para investor khususnya di sektor sumber daya mineral dan pertambangan.Tidak perlu khawatir dengan isu kebijakan pemerintah yang berubah-ubah sebab setiap kesepakatan yang dibuat selalu berdasarkan asas hukum yang berlaku. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.


Semangat David Maulana Membelah Ancaman Pelatih Thailand

Selasa, 19 September 2017 20:13 WIB

Besok, Indonesia akan menghadapi Thailand