BEI Ingin MIKA Segera Selesaikan Kasus Debora

akurat logo
Prabawati Sriningrum
Rabu, 13 September 2017 15:42 WIB
Share
 
BEI Ingin MIKA Segera Selesaikan Kasus Debora
Ilustrasi penurunan saham. Foto: AKURAT.CO/Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Saham Rumah Sakit  PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terjun ke zona merah. Menyusul terkuaknya kasus kelalaian penanganan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) kepada bayi berusia 4 bulan bernama Debora.

Meskipun sejauh ini Bursa Efek Indonesia (BEI) telah sempat meminta penjelasan kepada pihak emiten guna menjelaskan biduk permasalahan kasus tersebut. Namun, pihak BEI merasa persoalan itu sebenarnya dapat diselesaikan terlebih dahulu didalam internal perusahaan.

"Kalau ini terjadi ke semua emiten kita kan pusing nanyain satu-satu. Bagi kami sebenarnya, ingin melihat bahwa ini bisa diselesaikan di internal MIKA," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Rabu (13/9).

Samsul menegaskan, bursa masih akan melihat terlebih dahulu sejauh mana kasus tersebut mampu mempengaruhi kinerja perusahaan. Sehingga, pihaknya tidak ingin terlalu mencampuri urusan tersebut lebih jauh diluar dari kewenangan bursa mengingat kasus ini telah ditangani oleh pihak berwenang lainnya.

"Karena semua sudah handling oleh pemerintah daerah, pusat,menteri kesehatan. Nanti bursa ikut-ikutan jadi lebih rame kan," tegas dia.

Disisi lain, lanjut dia, kasus serupa berpotensi menimpa perusahaan lainnya. Dengan demikian, pihaknya pun mengharapkan agar kejadian tersebut tak menimpa kembali rumah sakit swasta itu maupun di rumah sakit lainnya.

"Mereka bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada masyarakat," tambahnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Tiara Debora meninggal dunia diduga karena kelalaian Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. Debora terlambat mendapat perawatan lantaran terbentur biaya perawatan sehingga pihak rumah sakit tak memberikan perawatan intensif. 

Padahal, keadaaan Debora sudah sangat memperihatinkan. Orang tua Debora kala itu diharuskan membayarkan uang muka sebesar Rp 19.800.000, guna merawat sang buah hati di ruang unit perawatan intensif untuk anak-anak atau Paediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun mereka hanya memiliki uang Rp 5 juta.

Pernyataan itu pun ditepis oleh Manajemen RS Mitra Keluarga, mereka mengaku sudah melakukan tindakan awal sesuai dengan prosedur yang berlaku.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.