Kimia Farma Akan Caplok Tiga Perusahaan Asing

akurat logo
Romys Binekasri
Rabu, 13 September 2017 15:17 WIB
Share
 
Kimia Farma Akan Caplok Tiga Perusahaan Asing
Gedung Kimia Farma.. Foto: Kimia Farma

AKURAT.CO, Salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang obat-obatan, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyampaikan, bahwa pihaknya berencana mengakuisisi tiga perusahaan.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir mengungkapkan, salah satu perusahaan yang di akuisisi berada di Arab Saudi, yaitu nama Dwaa Medical Limited Company (Dwaa). Untuk melancarkan aksi korporasi di timur tengah tersebut, setidaknya perseroan menggelontorkan dana di atas Rp100 miliar.

Akuisisi perusahaan Dwaa di Arab, kata Honesti, ‎nantinya perusahaan memiliki porsi kepemilikan sebesar 60 persen saham, dan sisanya 40 persen saham Dwaa akan dimiliki pemegang saham sebelumnya.

"Paling pasti kita ekspansi ke negara yang banyak orang-orang kita (Indonesia)," ujarnya saat ditemui di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Honersti melanjutkan, proses akuisisi memakan biaya yang tinggi, sehingga pihaknya membutuhkan pendanaan yang lebih besar lagi sekitar Rp1-2 triliun.

‎"Akuisisi satu perusahaan sudah mau selesai. Akuisisi perusahaan yang kedua dan ketiga belum, karena belum dilligence. Ini dua lagi, baru proses due dilligence," imbuhnya.

Honesti membeberkan lebih jauh, selain itu, perusahaan yang sedang diincar, salah satunya datang dari Asia Tenggara, bisa dari Brunei Darussalam, Myanmar, dan Malaysia.

"Kita dulu punya untuk yang di Timor Leste. Kalau yang mungkin Asia Tenggara, di sana kita buat trading distribution. Brunei dan Myanmar gak punya pabriknya," tuturnya.

Pada tahun ini, dana investasi perseroan mencapai Rp1,7 triliun. Dana itu juga dialokasikan untuk langkah akuisisi yang dilakukan perseroan. "Ekuitas sekitar 20-30 persen untuk dana investasi di tahun ini, sisanya 60-70 persen kita dapatkan dari perbankan maupun lainnya," kaya dia.

Honesti menambahkan, setelah banyak menjalankan akuisisi perusahaan, ‎Kimia Farma berencana akan meningkatkan kontribusi bisnis anorganic hingga 30 persen di 2018 atau 2019, dari posisi yang ada saat ini masih 100 persen di bisnis organik.

‎"Kontribusi fully masih farmasi, Saya ingin tahun depan 5-10 persen dari anorganic, 90-95 persen dari organic. Idealnya 2018-2019, kita dapat 30 persen dari bisnis anorganic," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.