Varian Kopi Nusantara

Kopi Lampung dan Fine Robustanya

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Rabu, 13 September 2017 14:21 WIB
Share
 
Kopi Lampung dan Fine Robustanya
Pengusaha kopi asal Kedaton, Bandar Lampung Alghazali Qurtubi membawa merek dagang Dr. Coffee pada Jakarta Coffee Week di Pantai Indah Kapuk Jakarta, Sabtu (9/9).. Foto: AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Sebagai salah satu daerah penghasil kopi yang namanya sudah cukup malang melintang di jagat perkopian Indonesia, Lampung tentu tak mau ketinggalan untuk turut serta dalam pagelaran Jakarta Coffee Week yang digelar Sco-pi akhir pekan lalu.

Pada ajang tahunan itu, pengusaha kopi asal Kedaton, Bandar Lampung Alghazali Qurtubi mengatakan, pihaknya sengaja membawa merek dagang Dr. Coffee selain untuk berniaga namun juga sebagai upaya mengenalkan kopi Lampung lebih dekat kepada masyarakat.

"Jenis kopi kami robusta, tapi yang bikin berbeda dengan robusta-robusta yang lainnya karena ini adalah fine Robusta," ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Ali itu menuturkan, perbedaan paling mendasar antara kopi robusta biasa dan fine robusta adalah dalam soal pengolahan. Dimana pada proses pascapanen dilakukan penyeseleksian biji-biji kopi secara ketat, yakni dengan memastikan bahwa cerry-cerry atau buah kopi yang akan dipetik hanyalah cerry yang sudah benar-benar matang dan berwarna merah tua.

"Robusta itu yang diolah dengan benar-benar baik. Diolah dengan beberapa proses pascapanen, natural, honey proces, dan full wash," imbuhnya.

Menurutnya, kendala terbesar yang kerap ditemui selama dirinya menjadi penggiat kopi adalah minimnya kesadaran petani dalam menghasilkan biji-biji kopi yang berkualitas, hal itu dikarenakan para petani tak mau sabar menunggu hingga buah kopi benar-benar matang.

"Petani kita belum banyak yang mau memproses (kopi) pascapanen yang bagus, mereka lebih keasal-asalan karena lebih cepat dapat duitnya. Lebih cepat kering. Memang (fine Robusta) ini harganya lebih tinggi, dua kali lipat dari harga biasanya. Tapi yang jadi masalah petani menjadi tidak dapat uang lebih cepat," terangnya.

Kendati demikian, kata Ali melanjutkan, petani tidak sepenuhnya bisa disalahkan, sebab harus diakui bila nantinya proses pascapanen yang baik benar-benar dilakukan hingga mampu menghasilkan biji kopi fine robusta, belum tentu para petani nantinya akan menemukan pembeli kopi tersebut karena buyernya juga belum jelas.

Selanjutnya, terkait rata-rata penjualan, Ali menuturkan dalam sebulan bisa mengantongi omzet sekitar Rp50 jutaan. dan penjualan kopi pertahun sekitar 1 ton yang diniagakan.

"Kalau untuk pasar, kita lebih ke lokal di Indonesia, sudah ada yang menawari untuk bisa ekspor keluar, tapi terkendala masalah jumlah produksi yang belum bisa dipenuhi. Sebab ini kan fine Robusta, terbatas jumlahnya, kalau robusta asalan kan banyak," tandas Ali kemudian.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.


Semangat David Maulana Membelah Ancaman Pelatih Thailand

Selasa, 19 September 2017 20:13 WIB

Besok, Indonesia akan menghadapi Thailand