Polemik Izin Meikarta, Ekonom UI: Masalahnya Memang di Pemda Jawa Barat

akurat logo
Denny Iswanto
Rabu, 13 September 2017 09:58 WIB
Share
 
Polemik Izin Meikarta, Ekonom UI: Masalahnya Memang di Pemda Jawa Barat
Pembangunan Meikarta.. Foto: istimewa

AKURAT.CO, Pembangunan megaproyek properti Meikarta milik Lippo Group di Bekasi Jawa Barat memang masih menuai polemik lantaran belum terbitnya izin dari pemerintah daerah (Pemda) untuk proyek tersebut. Ditambah lagi pihak Meikarta yang telah banyak promosi di berbagai media dengan sangat masif yang menunjukkan bahwa proyek ini telah berjalan secara legal juga menuai banyak kecaman.

Ari Kuncoro sebagai Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia mengatakan bahwa perizinan memang harus dipenuhi, tapi untuk promosi dia rasa tidak masalah yang penting tidak melakukan transaksi terlebih dahulu, mereka tidak menyalahi aturan marketing.

“Ini kelihatannya seperti belum start (Meikarta) tapi dia sudah deklarasi, sebenarnya kalau dari segi marketing tidak memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat. Ini harus dijelaskan bahwa ini dalam proses perizinan tapi izin itu harus diperoleh. Jadi jangan dijual semua ada ini itu tapi konsumen belum tahu, dan secara riil belum siap,” kata Ari saat ditemui di Jakarta, Selasa sore (12/9).

Dia menjelaskan memang di daerah industri seperti bekasi harus ada daerah hijau, karena untuk resapan air untuk DKI Jakarta. Pertimbangan dia adalah kalau ada industri, pemukiman ada maka daerah hijau harus jadi konsen dengan prosentase 30-40% di daerah tersebut.

“Bekasi itu adalah salah satu untuk lumbung padi kita dulunya, dan tata air disana akan mempengaruhi Jakarta. Jadi problemnya di Jakarta waktu hujan segala macam jangan sampai menjalar ke Bekasi jadi harus ada keseimbangan,” jelasnya.

Ari mengatakan bahwa tidak terbitnya perizinan Meikarta ini memang ada masalah di Pemda yang tidak tahu dan tidak ada aturan mengenai pembangunan hunian di Bekasi padahal pemerintah pusat sudah ada aturannya.

“Ini tidak ada sinkron, apalagi menyangkut lahan yang menjaga keseimbangan dalam struktur Jabotabek. Memang harus ada koordinasi seperti di New Jersey dan New York ada pengawasan karena ini satu ekosistem. Membangun kota itu tidak bisa semua semen jadi harus ada koridor hijau seperti kota Canberra di tengahnya itu harus ada hutan dan ada kangurunya. Jadi kebayoran misalnya sama menteng di tengahnya tidak bisa dibangun harus lahan hijau,” tuturnya.

Ari mengatakan perlu ada koordinasi dalam arti impelementasi akhir pada pemerintah daerah agar kebijakan ekonomi mengenai kawasan perumahan bisa terlaksana dengan baik.

“Dulu pernah ada undang-undang untuk membuat ini sebagai wilayah metropolitan dengan Jakarta dan anggota lain dari pemerintah daerah di sekitarnya,” tandas dia. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.