Rekan Bisnis Sandiaga Uno Akan Dinaikkan Statusnya Menjadi Tersangka

akurat logo
Juaz
Selasa, 12 September 2017 16:45 WIB
Share
 
Rekan Bisnis Sandiaga Uno Akan Dinaikkan Statusnya Menjadi Tersangka
Rekan bisnis Sandiaga Uno, Andreas Tjahjadi.. Foto: Istimewa

AKURAT.CO, Masih ingat dengan kasus penggelapan aset dan pencucian uang yang dilakukan Sandiaga Uno dan rekannya? Kejahatan ekonomi yang mereka lakukan terhadap keluarga Edward Soeryadjaja tersebut, kini mendapat titik cerah.

Mengacu pada keterangan pada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Polda Metro Jaya (PMJ) yang dirilis pada 6 September 2017, rekan Sandiaga Uno, yakni Andreas Tjahjadi akan dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam surat SP2HP tersebut, Ditreskrimum juga telah melakukan Pemblokiran rekening dan advice deposito atas nama Andreas Tjahjadi di Bank Danamon cabang Pondok Indah Mall.

"Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 saksi. Juga terlapor sudah diperiksa sebagai saksi," sebut penyidik Dirtreskrimum PMJ.

Dikatakan juga bahwa para penyidik telah melakukan gelar perkara ke-2 pada 30 Agustus 2017 di ruang rapat Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Hasil gelar perkara itu merekomendasikan bahwa, terhadap terlapor atas nama Andreas Tjahjadi telah memenuhi unsur berdasarkan alat bukti yang cukup. Ia dinyatakan melakukan tindak pidana penggelapan dan tindak pidana pencucian uang. Juga, pasal 372 KUHP dan pasal 3, 4, 5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Ketika hal ini dikonformasikan kepada Fransiska K. Susilo, selaku pelapor, ia mengatakan sudah menerima SP2HP.

Ia mengatakan bahwa proses hukum ini terus ia jalankan untuk mendapatkan keadilan dan mengembalikan uang yang bukan hak mereka.

Sebagai ulasan, Sandiaga Uno yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih berdasarkan Pilkada 2017 dan rekan bisnisnya Andreas Tjahjadi tercatat pada Laporan Polisi dengan nomor LP/1427/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 08 Maret 2017. Disebutkan bahwa Sandiaga dan Andreas melakukan pemalsuan tanda tangan korban, dalam hal ini Djoni Hidayat. Sehingga, seakan-akan korban telah menerima uang pembayaran dengan dicantumkannya tanda tangan korban pada kwitansi tersebut. Padahal, korban tidak pernah menerima uang apapun atau menandatangani kwitansi pembayaran tersebut.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman kepada terlapor atas nama Sandiaga Uno , atas ke ikut serta an nya dalam prosess yang mengakibat kan kasus penggelapan dan pencucian uang ini terjadi. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.