Varian Kopi Nusantara

Kopi Bali Kintamani Ingin Berdiri di Atas kaki Sendiri

akurat logo
Rizal Mahmuddin
Selasa, 12 September 2017 13:28 WIB
Share
 
Kopi Bali Kintamani Ingin Berdiri di Atas kaki Sendiri
Pengusaha kopi asal Bali, I Wayan Warta dalam pameran kopi di Pantai Indah Kapuk Jakarta, Sabtu (9/9).. Foto: AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Tak ingin melewatkan undangan dari Sco-pi yang memintanya agar bisa ikut meramaikan pagelaran Jakarta Coffee Week, pengusaha kopi asal Bali, I Wayan Warta pun tanpa berpikir dua kali langsung menyertakan produk kopi andalannya di pameran pasar kopi tahunan tersebut.

Kopi Bali Kintamani atau biasa juga dikenal oleh kalangan pencinta kopi dengan nama "Kopi Balikin", adalah kopi jenis arabica yang ditanam di dataran tinggi kintamani dengan ketinggian di atas 900 meter dari permukaan laut, membuatnya punya citarasa khas yaitu memiliki aroma citrus dengan keasaman rendah seperti lemon tea.

"Kelebihan kopi kami memiliki rasa lemon tea, selain itu ukuran biji kopinya lebih besar, untuk jenis kopi termasuk arabica. Kopi asli Bali Kintamani," ujar Wayan saat ditemui tim Akurat.co akhir pekan lalu.

Wayan menyebutkan, adapun kopi-kopi yang dibawa ke pameran itu ada 5 jenis cara prosesnya. Salah satu dari lima proses produksi pascapanen Kopi Balikin yakni, dimulai dari pemetikan ceri kopi yang dilakukan secara manual dan hanya dipilih ceri yang benar-benar sudah berwarna merah. Selanjutnya diolah secara basah, dengan fermentasi selama 12 sampai 36 jam. Biji kopi lalu dikeringkan secara alami dengan cara dijemur. Teknik olah itu mampu menghasilkan kopi kintamani dengan aroma khas dan tak dimiliki oleh kopi lain.

"Lima proses kopi kita bawa kesini, dari semi wash, full wash, natural, honey proces dan Pulped," singkat saja Wayan menyebutkan proses produksi kopi yang lain.

Kendati Kopi Kintamani sudah memiliki penggemarnya sendiri, namun Wayan mengungkapkan produknya itu belum punya brand yang dipatenkan.

"Belum ada merek, sejauh ini bentuk green beannya ini kami setor ke kafe-kafe, seperti Starbuck," imbuhnya.

Ia menuturkan pemberian merek pada produknya belum bisa dilakukan mengingat proses pengurusannya yang dianggap rumit dan butuh waktu lama.

Dalam sekali pengiriman kopi Bali Kintamani ke kafe-kafe, rata-rata wayan bisa mengirimkan sebanyak 100 kilogram sampai 150 kilogram dalam bentuk green bean.

"Biasanya kopi-kopi yang d kirim ke kafe-kafe dalam bentuk green bean, sebab masing-masing kafe kan, punya roaster sendiri," jelasnya.

Dalam menjalani bisnis kopi Bali Kintamaninya itu, Wayan biasa dibantu oleh 5 sampai 6 orang pekerja yang mengurusi proses grinder.

Disinggung mengenai respon pengunjung terhadap kopi Bali Kintamani yang datang ke pameran Jakarta Coffee Week, ia menuturkan masyarakat sangat positif dan antusias, hal itu terbukti dari produk kopinya tersebut yang langsung ludes terjual bahkan sejak di hari pertama. Padahal dijadwalkan pameran itu akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8 hingga 10 September 2017.

"Kami baru buka stand satu hari sudah langsung habis, kami dapat jatah 30 kilo(gram), tiga hari 90 kilo(gram) berarti, dan itu langsung habis semua," kata Wayan semringah.

Pada kesempatan tersebut, bapak paruh baya itu juga menyampaikan harapannya agar di masa mendatang produk Kopi Balikin memiliki bendera sendiri, dan dapat melakukan ekspor secara mandiri tanpa harus melalui perusahaan milik orang lain.

"Untuk penjualan tidak hanya di pasar lokal, pada 2015 melalui bendera perusahaan lain kita ekspor... Tantangan kenapa ekspor tak dilakukan sendiri, karena kita belum punya bendera sendiri, prosesnya lama, Untuk menuju kesana sudah ada gambaran tapi kami belum bisa memastikan jadwal pastinya itu kapan, ya semoga bisa segera," harap Wayan kemudian. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.