Hunian TOD Jadi Primadona Bila Pemerintah Bantu Akses Infrastrukturnya

akurat logo
Denny Iswanto
Selasa, 12 September 2017 08:51 WIB
Share
 
Hunian TOD Jadi Primadona Bila Pemerintah Bantu Akses Infrastrukturnya
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda di Jakarta, Senin malam (11/9). Ia menilai pengembangan kawasan tempat tinggal berkonsep transit oriented development (TOD) dalam beberapa waktu kedepan diperkirakan akan menjadi primadona.. Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai pengembangan kawasan tempat tinggal berkonsep transit oriented development (TOD) dalam beberapa waktu kedepan diperkirakan akan menjadi primadona.

"Karena selama ini banyak masyarakat kelas menengah yang bekerja di kota besar, memilih membeli rumah di kawasan pinggiran yang harganya terjangkau," ujarnya saat ditemui di acara BTN Golden Awards 2017 di Jakarta, Senin malam (11/9).

Namun Ali mengatakan bahwa selama ini konsep TOD untuk pekerja yang membeli rumah dipinggiran terkendala mengenai akses transportasi yang terbatas. Padahal minimnya lahan di pusat kota menjadikan harga hunian menjadi semakin mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat khususnya kelas menengah kebawah.

Apalagi, lanjutnya, harga lahan di dekat stasiun atau jalan tol juga sangat tinggi membuat harga hunian yang ingin dipasarkan oleh pengembang di angka Rp 100 jutaan menjadi melambung di angka Rp 300 jutaan.

"Masyarakat seakan terjebak, dia beli rumah harga Rp 300 jutaan. Tapi ketika dia beli, dia sudah cicil, sudah tinggal di sana, mereka sadar 'lho kok saya malah harus bayar ongkos lebih mahal?' Belum lagi kalau harus ke Jakarta sama saja jaraknya. Jadi ujung-ujungnya mereka balik lagi ke Jakarta, kos lagi jadinya," terang Ali.

Dia mengharapkan Pemerintah dapat menangkap sinyal ini dan dengan perusahaan-perusahaan BUMN nya mampu untuk membantu permasalahan masyarakat yang ingin mempunyai hunian dengan menyediakan lahan murah untuk konsep perumahan TOD.

"Dengan demikian, perlu adanya mekanisme pengembangan kawasan hunian yang dapat memudahkan masyarakat dalam menjangkau hunian dan lokasi kerja. Saat ini memang sejumlah proyek infrastruktur penunjang kawasan TOD sedang dibangun, seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT)," tambah dia.

Guna mengantisipasi melonjaknya harga tanah, maka pemerintah perlu mengambil langkah mengamankan lahan-lahan yang berada di jalur transportasi tersebut untuk kemudian dikembangkan menjadi kawasan TOD karena pihak swasta akan sangat kesulitan mengambil proyek hunian ini apabila harga tanah selalu melambung.

"Ketika 2019 semua infrastruktur, LRT dan MRT itu sudah jadi, maka semua hunian TOD yang dibangun pemerintah juga harus sudah jadi sehingga masyarakat mampu menjangkaunya," pungkasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.