BI Proyeksikan Rupiah Akan Melemah ke Rp 13.550 pada 2018

akurat logo
Denny Iswanto
Senin, 11 September 2017 16:11 WIB
Share
 
BI Proyeksikan Rupiah Akan Melemah ke Rp 13.550 pada 2018
Pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara menghadiri undangan DPR RI Komisi XI untuk mengadakan rapat dengan agenda pengambilan keputusan terhadap asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pada Senin (11/9).. Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan nilai tukar rupiah di akhir tahun 2017 berada di level Rp 13.420 per dolar Amerika Serikat (AS) dan pada tahun 2018 akan mencapai Rp 13.550 per dolar AS.

"Tapi kita tahu kenyataannya per hari ini di bawah Rp 13.400," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam rapat kerja antara pemerintah dan Komisi XI mengenai asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2018, di kompleks DPR, Jakarta, Senin (11/9).

Menurut data dalam APBN-P 2017, asumsi kurs rupiah memang telah dipatok sebesar Rp 13.400 per dolar AS. Sementara dalam RAPBN 2018 asumsi kurs rupiah diusulkan sebesar Rp 13.500 per dollar AS.

Mirza mengungkapkan proyeksi tersebut memperhitungkan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The Fed di tahun 2018 yang akan ada kenaikan suku bunga acuan dan juga pengurangan stimulus moneter oleh Bank Sentral Eropa (ECB).

"Pasar sedang dinamis, nanti pasar kan menemukan ekuilibriumnya sendiri," tambah Mirza.

Sementara itu, penguatan rupiah hari ini masih diuntungkan oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) seperti yang diungkapkan BI beberapa waktu lalu karena pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tidak sekuat perkiraan sebelumnya.

Namun Mirza mengungkapkan, posisi rupiah itu masih di bawah nilai fundamentalnya (undervalue). Walaupun di sisi lain, rupiah yang undervalue menguntungkan ekspor manufaktur dan mencegah impor yang tidak produktif.

"Karena kurs rupiah terlalu kuat juga tidak bagus, dan terlalu lemah juga tidak bagus, harusnya ya seimbang saja sesuai dengan kondisi ekonomi," tutup Mirza. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.