Pemerintah Harus Detail Mengelola Utang, Terutama BLBI yang Jatuh Tempo

akurat logo
Denny Iswanto
Senin, 04 September 2017 18:43 WIB
Share
 
Pemerintah Harus Detail Mengelola Utang, Terutama BLBI yang Jatuh Tempo
Anggota DPR Komisi XI Mukhamad Misbakhun.. Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyarankan Pemerintah harus secara rinci dalam menyusun strategi untuk pembayaran utang jatuh tempo apalagi mengenai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPR Komisi XI Mukhamad Misbakhun seusai rapat dengan Pemerintah terkait pengelolaan utang negara pada Senin (4/9) di kompleks Senayan Jakarta.

"Seharusnya pemerintah mengelola utang dengan baik. Siapa arranger nya, karena ini kan domain publik jadi tidak usah sembunyi-sembunyi. Jangan di campurkan antara utang dan penerimaan pajak, kalau dicampur kita tidak bisa mengelola utang," kata Misbakhun.

Dia juga memberikan catatan agar pemerintah lebih detail mana utang yang jatuh tempo dan mana yang akan diberikan yield baru. Lalu terkait yield, dia menilai bunga kita terlalu tinggi padahal status Investment grade bisa menguatkan indonesia.

Terkait dengan utang BLBI Misbakhun mengatakan, perbankan penerima harus mengembalikan uang negara yang sudah mereka gunakan.

"Ya perlu lah! Uang siapa itu? Strukturnya masih di mereka. Harus dikembalikan. Kita kan punya utang yang jatuh tempo, jadi nanti akan naik jumlahnya. Pemerintah harus memberikan strategi dulu karena ini tanahnya pemerintah karena ini ada yang sampai 2030," ujar dia.

Menurut Misbakhun, pemerintah harus membuat strategi untuk menuntaskan kasus ini sebelum utang jatuh tempo pada 2030 nanti. Bila terus ditunda, maka utang BLBI akan terus membengkak dan membebani keuangan negara.

"Itu kan kebijakan pemerintah kok. Apakah itu ditarik secara perlahan, terus diperpanjang supaya tidak jatuh tempo pada 2030‎. Perbankan juga harus melakukan hal yang sama, di beli lagi obligasinya. Reprofiling, jadi nanti menerbitkan obligasi baru," tambah dia.

Terkait dengan kerugian karena BLBI ini sebesar Rp 3,7 triliun Misbakhun memberikan penegasan bahwa pemerintah hanya menjalankan tugas dan ketentuan Undang-undang yang telah ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

‎Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, utang pemerintah didominasi oleh investor domestik sebesar 62%, sedangkan sisanya 38% merupakan investor asing.

"Utang kita gunakan untuk investasi sumber daya manusia, karena 75% penduduk kita usia produktif, kemudian infrastruktur dan pendalaman pasar uang," kata dia.

Ditambahkan Sri Mulyani untuk membayar utang, pemerintah telah membuat strategi yang tergambar dalam APBN. Menurutnya, level jatuh tempo 10 tahun terakhir lebih dramatis sehingga pemerintah banyak melakukan reprofiling.

"Banyak SBN yang jatuh tempo pada waktu itu, dari SBN BLBI. Itu membuat space APBN sangat sempit. Ada yang jatuh tempo kita issue baru dengan jatuh tempo 20 tahun," katanya.

Ia meyakini pemerintah masih punya kapasitas ‎untuk membayar utang tersebut kalau melihat rasio utang yang membaik.

"Kita ingin supaya APBN sustainable. Karena APBN yang sehat ekonomi kita jadi kuat," kata Sri Mulyani.

Hingga saat ini utang pemerintah per Juli 2017 mencapai Rp3.779,98 triliun, naik Rp73,47 triliun dibandingkan posisi Juni Rp3.706,52 triliun.

Dengan menggunakan asumsi produk domestik bruto (PDB) dalam APBN-2017 sebesar Rp13.613 triliun, maka rasio total outstanding utang pemerintah mencapai 27,77%. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Status Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Bentuk Tim Tanggap Darurat

Selasa, 19 September 2017 22:20 WIB

Pastika meminta kepada masyarakat untuk mendengarkan dan mematuhi informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah


MU Selidiki Dugaan Yel-Yel Rasisme Terhadap Lukaku

Selasa, 19 September 2017 22:05 WIB

"Lirik yang dinyanyikan dalam yel-yel tersebut menyerang dan diskriminatif," kata juru bicara Kick It Out.


Satlantas Polres Merauke Bagikan Stiker kepada Pengendara Motor

Selasa, 19 September 2017 22:03 WIB

Stiker yang bertuliskan 'Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan' itu dibagikan di tiga titik


Pembongkaran Kawasan Puncak Ditunda, ini Alasannya

Selasa, 19 September 2017 21:29 WIB

Salah satu alasan belum dilakukannya pembongkaran karena belum dilayangkan surat penyegelan


Ketua Forikan Kota Bogor Terima Bantuan CSR

Selasa, 19 September 2017 21:24 WIB

Bantuan yang diterima sebagian akan digunakan untuk acara Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan


Gandeng Singapura, Mahasiswa UMM Sempurnakan Alat Produksi Peningkatan UMKM

Selasa, 19 September 2017 21:13 WIB

Alat yang diciptakan sesuai jenis usaha UMKM itu akan disempurnakan di Singapura dan diproduksi sesuai kebutuhan.


Buktikan Tulisan di Label, Wanita Ini Gunakan Cat Poster Sebagai Masker

Selasa, 19 September 2017 20:52 WIB

Dalam label cat poster tersebut bertuliskan "mudah dibersihkan dari kulit dan beberapa kain" namun ini hasilnya.


Ilmuwan Rusia Uji Bahan Baru untuk Neurokomputer

Selasa, 19 September 2017 20:41 WIB

Bahan ini bisa menjadi dasar pengembangan komputer berdasarkan memristor yang dapat menyimpan dan mengolah data dengan cara yang mirip otak.


Pemprov Perlu Bentuk Tim Monitoring Pantau Penyaluran KUR

Selasa, 19 September 2017 20:40 WIB

Pemerintah pusat melalui APBN pada 2017 mengucurkan dana kredit usaha rakyat Rp9 triliun


Suzuki, Aprilia, dan Ducati Bersiap untuk Tikungan Sirkuit Aragon

Selasa, 19 September 2017 20:33 WIB

"Ada banyak belokan juga di mana belokan dibuat saat pebalap berada di throttle (area udara tambahan), "lkata Manuel Cazeaux.


Ini Penyebab Banyaknya Kepala Daerah Ditangkap KPK Menurut PAN

Selasa, 19 September 2017 20:28 WIB

Salah satu penyebab maraknya penangkapan kepala daerah karena mahalnya biaya politik


Soroti Masalah Obat-obatan, Seniman Ben Kurstin Kumpulkan 8.000 Kantong Obat

Selasa, 19 September 2017 20:27 WIB

Ben Kurstin kumpulkan 8.816 kantong obat di apartemennya, tapi dia bukan pengedar narkoba.


Mau Berwisata Ala Kampung Indian? Ke sini Aja!

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

Sedang berjalan-jalan ke Kediri? Jangan lewatkan untuk mampir ke Kampung Indian.


Teco: Fitra Ridwan Bagus dalam Menyerang

Selasa, 19 September 2017 20:21 WIB

"Fitra sudah bekerja keras dalam latihan."


Sumbar Siapkan Linggai Jadi Wisata Halal

Selasa, 19 September 2017 20:19 WIB

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyiapkan objek wisata Linggai yang berada di Kecamatan Tanjung Raya.