Pelaku Pasar Masih Wait and See, IHSG Diuji Tetap Menghijau

akurat logo
Prabawati Sriningrum
Selasa, 18 Juli 2017 06:39 WIB
Share
 
Pelaku Pasar Masih Wait and See, IHSG Diuji Tetap Menghijau
Ilustrasi : Pergerakan Saham . Ilustrasi : Akurat.co / Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi menuju ke level resistance di area 5.842 dan 5.853. Terdapat pola white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks.

Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan intraday cenderung bergerak sideways. Adanya aksi beli tambahan jelang penutupan memberikan dampak pada lonjakan IHSG, meski jika dibandingkan dengan pergerakan di akhir pekan kemarin hanya mengalami kenaikan tipis.

Sementara itu, beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar diantaranya, rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus neraca perdagangan pada Juni 2017 sebesar USD1,63 miliar yang dipicu oleh surplus sektor nonmigas namun, juga masih ada tekanan dari sektor migas. Lalu, seiring pula dengan komentar positif Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengatakan utang Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan negara-negara anggota G20 dimana masih di bawah 30 persen, tepatnya 27,9 persen dari PDB Indonesia.

Maupun rilis kembali dari BPS yang mencatat bahwa pada Juni 2017, nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0,21 persen terhadap USD, yakni sebesar Rp13.278,69 per USD dan persentase penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 yang mencapai 10,64 persen atau turun tipis 0,06 persen dari persentase September 2016 pada 10,7 persen.

" Meski terdapat sejumlah sentimen positif namun, pergerakan IHSG diimbangi oleh masih adanya aksi jual pelaku pasar asing dan melemahnya Rupiah," ujar Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (18/7).

Terpantau asing mencatatkan nett sell Rp171,73 miliar dari sebelumnya nett sell Rp 975,52 miliar. Kenaikan tipis IHSG memberikan gambaran belum banyaknya pelaku pasar yang masuk lebih dalam untuk mengakumulasi saham.

Terlihat pelaku pasar masih wait & see dan lebih selektif memilih saham-saham terutama, yang sebelumnya memiliki tren pelemahan dalam untuk kemudian dimanfaatkan kenaikannya seperti LPPF, INTP, BBRI, TINS, dan lainnya.

" Peluang kenaikan akan kembali diuji ketahanannya," imbuh dia.

Diharapkan penguatan dapat kembali terjadi untuk menjaga posisi IHSG guna mencegah pembalikan melemah pada IHSG.

" Jika tidak, maka antisipasi sentimen yang dapat membuat arah IHSG kembali variatif melemah," tandasnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, meliputi :

- ADHI, Daily (2000) (RoE: 1.42%; PER: 96.33x; PBV: 1.36x; Beta: 2.26).

Akibat formasi three black crows candlestick pattern terbentuk, maka harga akan menguji area psikologis fibonacci 23,6% sebelum mengalami proses rebound.“Buy on Weakness” pada level 1970 – 1980, dengan TP di level 2080, 2150 dan 2230. Support: 1980 & 1830.

- BJBR, Daily (2020) (RoE: 18.71%; PER: 10.81x; PBV: 2.02x; Beta: 2.25).

 

Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 2000 - 2020, dengan TP di level 2300, 2450 dan 2520. Support: 1925.

- BSDE, Daily (1775) (RoE: 11.48%; PER: 11.88x; PBV: 1.37x; Beta: 2.15).

Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan tren membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. “Akumulasi Beli” pada level 1750 – 1775, dengan TP di level 1815, 1880, 1920 dan 2180. Support: 1750 & 1700.

- INAF Daily (2780) (RoE: -3.02%; PER: -507.14x; PBV: 15.29x; Beta 1.49).

Saat ini, indikator MACD membentuk pola golden cross. Selain itu, terdapat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 2750 - 2780, dengan TP di level 2890 dan 3090. Support: 2700.

- SCMA, Daily (2260) (RoE: 27.59%; PER: 27.52.x; PBV: 7.60x; Beta: 0.66).

Adapun indikator RSI berada di area jenuh jual. Selain itu, terdapat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada level 2220 - 2250, dengan TP di level 2460 dan 2560. Support: 2130.

- SMRA, Daily (1200) (RoE: 3.45%; PER: 60.87x; PBV: 2.11x; Beta: 2.31).

Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 1180 – 1200, dengan TP di level 1255, 1325, 1445 dan 1500. Support: 1180 & 1140.[]


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Apakah Maraknya OTT KPK karena Adanya Mahar Politik di Pilkada?

Selasa, 26 September 2017 08:46 WIB

Mendagri Tjahjo Kumolo menyakini saat ini tidak ada lagi parpol yang meminta mahar kepada calon Gubernu, Bupati atau Walikota. Anda Percaya?


Turki dan Irak Adakan Latihan Bersama Setelah Referendum Kurdistan

Selasa, 26 September 2017 08:44 WIB

Tentara Irak telah tiba di Turki pada Senin (25/9) tengah malam untuk bergabung dalam pelatihan militer.


Polres Sumenep Ringkus Satpam Bawa Sabu

Selasa, 26 September 2017 08:35 WIB

Kepolisian Resor Sumenep Jawa Timur, Menangkap oknum satuan pengamanan (Satpam) lantaran membawa natkotika jenis sabu -sabu.


Indeks Bursa Saham Spanyol Berakhir Melemah

Selasa, 26 September 2017 08:34 WIB

Indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 0,86 persen atau 88,5 poin menjadi 10.216,50 poin.


Pakar: Ujaran Kebencian di Medsos Tunjukkan Rendahnya Literasi Digital

Selasa, 26 September 2017 08:22 WIB

Koordinator Penelitian Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) Semarang, Liliek memandang perlu gerakan literasi digital.


Ini Kamera Terbaik untuk Merekam Gambar dalam Gerak Lambat

Selasa, 26 September 2017 08:18 WIB

Kamera semakin tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat modern.


Pergerakan Magma Gunung Agung Terus Meningkat

Selasa, 26 September 2017 08:16 WIB

Gunung Agung saat ini memasuki fase kritis. Peluang terjadi letusan cukup besar. Radius 9-12 KM dari kaki gunung Agung harus dikosongkan.


Emilia Clarke Selesai Syuting Film 'Han Solo'

Selasa, 26 September 2017 08:10 WIB

Sutradara film solo "Han Solo", Ron Howard, mengungkap bahwa Emilia Clarke telah menyelesaikan syuting dari spin off Star Wars tersebut.


Dicari, Mantra Pejinak Hantu Ideologis; Pelajaran dari Peristiwa Kanigoro

Selasa, 26 September 2017 08:10 WIB

Hantu komunisme hanya bisa hilang jika seluruh komponen bangsa berhasil melakukan rekonsiliasi dan berhenti saling mencaci dan menyalahkan.


Korut Ancam Tembak Pesawat Pembom AS, Pentagon: Silahkan Trump Tangani

Selasa, 26 September 2017 08:09 WIB

Perang kata-kata kedua pemimpin negara tersebut membuat dunai semakin khawatir akan terjadinya perang.


MA Amerika Beri Sinyal dapat Batalkan Kebijakan Larangan Muslim ke AS

Selasa, 26 September 2017 07:40 WIB

Mahkamah Agung Amerika serikat (AS) memberi isyarat bahwa pihaknya dapat menghentikan larangan kontroversial terkait pembatasan Muslim ke AS


Kota Malang Tambah Hotel Kelas Bintang Tiga

Selasa, 26 September 2017 07:22 WIB

Kota Malang tengah menambah satu lagi hotel kelas bintang tiga di kawasan strategis, yakni Whiz Prime Hotel di Jalan Basuki Rachmad.


Spider-Man: Homecoming, Jadi Superhero Terlaris Tahun 2017

Selasa, 26 September 2017 07:21 WIB

Seperti yang sudah diprediksi, film terbaru Spider-Man, "Spider-Man: Homecoming" saat ini merupakan film superhero terlaris pada tahun 2017.


Bursa Saham Inggris Ditutup Turun Tipis

Selasa, 26 September 2017 07:19 WIB

Indeks acuan FTSE-100 di London turun sebesar 0,13 persen atau 9,35 poin menjadi 7.301,29 poin.


Orang Lebih Lama di Toilet Dibandingkan Berolahraga

Selasa, 26 September 2017 07:17 WIB

Banyak orang lebih menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan dengan berolahraga. Itu menunjukkan gaya hidup yang tidak sehat.