Haduh... Garis Kemiskinan Naik!

akurat logo
Denny Iswanto
Senin, 17 Juli 2017 17:31 WIB
Share akurat gplus icon
 
Haduh... Garis Kemiskinan Naik!
Pekerja dengan alat berat meratakan tanah pascapembongkaran bangunan semi permanen di area bantaran sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Jumat (14/7). Pengerjaan proyek normalisasi yang dilakukan oleh Pemrpov DKI Jakarta berpotensi mendongkrak harga lahan di kawasan bantaran yang kerap terendam banjir menjadi lebih baik.. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/17

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti naiknya garis kemiskinan Indonesia yang disebabkan oleh komoditi makanan sebesar 73,31% dan non makanan sebesar 26,69%.

Seperti diketahui saat ini jumlah penduduk miskin Indonesia menurut data BPS sudah menyentuh angka 27,77 juta jiwa pada Maret 2017 atau naik 0,01 juta orang dari September 2016.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa selama September 2016 sampai Maret 2017, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,45%, yaitu dari Rp 361.990,- per kapita per bulan pada September 2016 menjadi Rp 374.478 per kapita per bulan pada Maret 2017.

"Jika dirinci, dari komoditi makanan adalah beras menjadi penyumbang terbesar pada kemiskinan dengan kontribusi sebesar 20,11% di perkotaan dan 26,46% di pedesaan. Kemudian, di urutan kedua ditempati oleh rokok. Kontribusinya di perkotaan mencapai 11,78% dan di pedesaan sebesar 11,53%," ujar Suhariyanto saat ditemui di kantor BPS, Jakarta, Senin (17/7).

Menurut Kepala BPS, beras menjadi faktor tertinggi meningkatkan garis kemiskinan dikarenakan distribusi Beras Sejahtera (Rastra) yang mengalami keterlambatan ke daerah.

Kemudian kontribusi rokok, jelas Suhariyanto, terhadap naiknya garis kemiskinan juga lebih tinggi dari daging sapi, telur ayam, daging ayam, mie instan, gula pasir, hingga tahu. Kontribusi rokok juga di atas biaya komoditi bukan makanan seperti perumahan, listrik, hingga bensin.

"Memang untuk konsumsi rokok masyarakat meski diakui hal itu kerap menjadi perdebatan akademis. Namun bila rokok dikeluarkan dari perhitungan, maka potret kemiskinan menjadi tidak riil. Agar rokok tidak berkontribusi ya tingkatkan kesadaran bahwa rokok tidak bagus, kampanye digencarkan, meskipun saya tahu itu susah," kata Suhariyanto.

Dilain pihak peneliti ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara tidak sepakat apabila komoditi rokok digunakan sebagai alat ukur untuk menaikkan garis kemiskinan.

"Rokok bukan penyebab kemiskinan. Memang kenaikan harga rokok membuat presentase belanja rokok meningkat. Tapi faktor utama nya bukan itu melainkan ketidakmampuan Pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini memang sudah jadi perdebatan lama," kata Bhima saat dihubungi tim Akurat.co, Senin (17/7).

Apabila rokok menjadi standar garis kemiskinan maka Bhima menilai seolah-olah Pemerintah menyalahkan rokok untuk pengalihan tanggung jawab. Pasalnya di sisi yang lain Pemerintah juga menikmati cukai rokok.

"Kenaikan Itu kan karena tarif cukainya dinaikkan. Ongkos produksinya juga naik. Jadi balik lagi ke kebijakan Pemerintah. Akarnya di aturan Nomor 147/PMK.010/2016 tentang tarif cukai hasil tembakau. Ada kenaikan rata-rata tertimbang 10,54%, dan kenaikan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata sebesar 12,26%," papar Bhim.

Disinggung mengenai naiknya defisit Anggaran pemerintah untuk melakukan penurunan kemiskinan, Bhima menjelaskan bahwa ada yang tidak efektif dalam pelaksanaan.

"Nah soal anggaran artinya program belanja sosial dampaknya belum dirasakan," imbuh dia menegaskan.

Dia juga menegaskan bahwa jangan sampai ada keterlambatan dalam pendistribusian Rastra seperti saat ini.

"Perlu di evaluasi penyaluran dan waktunya jangan terlambat seperti kasus Rastra," tandasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

HNW: Konsep Kebangsaan Harus Terus Dikembangkan

Minggu, 23 Juli 2017 13:47 WIB

HNW mengingatkan konsep kebangsaan bisa memudar di tengah arus informasi dan juga paham radikal


Pengamat: Konversi Suara 'Sainte Lague' Lebih Adil bagi Parpol

Minggu, 23 Juli 2017 13:38 WIB

Keuntungan "sainte lague" adalah partai yang kompetitif di dapil berpeluang memenangi satu kursi atau lebih.


Pemkab Mesuji Dapat Kucuran Dana Rp24 Miliar Bangun Infrastruktur

Minggu, 23 Juli 2017 13:37 WIB

Pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan sistem rigid beton dan aspal hotmix.


Kepada Anak Indonesia, Jokowi: Bercita-citalah Setinggi Mungkin

Minggu, 23 Juli 2017 13:32 WIB

Jokowi bermain sulap di depan anak-anak.


Ayah Neymar Masih Bisu tentang Ketertarikan PSG terhadap Putranya

Minggu, 23 Juli 2017 13:32 WIB

Ayah Neymar hadir di Metlife Stadium saat putranya mencetak dua gol untuk kemenangan Barcelona versus Juventus.


Google Ingin Menggunakan Teknologi VR Sebagai Platform Pelatihan

Minggu, 23 Juli 2017 13:28 WIB

Google menguji kemungkinan teknologi VR dapat digunakan sebagai platform pelatihan untuk mengajarkan keterampilan.


PPP Buka Posko Pengaduan Perppu Ormas

Minggu, 23 Juli 2017 13:13 WIB

DPR RI baru akan membahas Perppu Ormas pada masa persidangan berikutnya, apakah akan diterima atau ditolak


Mendag: Indonesia-Afrika Selatan Akan Tingkatkan Kerja Sama Nonmigas

Minggu, 23 Juli 2017 13:13 WIB

Indonesia dan Afrika Selatan akan bekerja lebih dekat dalam mengidentifikasi potensi ekonomi.


PDIP Buka Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Jateng

Minggu, 23 Juli 2017 12:50 WIB

Pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang


Google Play Musik Menambahkan Sisi Navigasi yang Penuh Pintasan

Minggu, 23 Juli 2017 12:49 WIB

Kumpulan ikon ini identik dengan yang ada di aplikasi Android dan iOS. Ketiga tombol dan pintasan melimpah ini muncul di mana saja.


10 Permintaan Anak Indonesia kepada Presiden Jokowi

Minggu, 23 Juli 2017 12:39 WIB

Menteri PPPA Yohana Yambise juga mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, khususnya di Riau.


Ini Cara Hemat Berwisata dengan Kapal Pesiar

Minggu, 23 Juli 2017 12:30 WIB

Sekarang kemewahan kapal pesiar bisa dirasakan semua kalangan.




EXO Berikan Hadiah Untuk Penggemar yang Telah Mendukungnya

Minggu, 23 Juli 2017 12:19 WIB

Untuk comebacknya ini, EXO pun membalas dukungan yang diberikan oleh penggemar kepada mereka. Kira-kira dikasih apa yaa....