RI-Swiss Komitmen Bentuk Pendidikan Vokasi Industri dan IE-CEPA

akurat logo
Aji Nurmansyah
Minggu, 16 Juli 2017 15:06 WIB
Share
 
RI-Swiss Komitmen Bentuk Pendidikan Vokasi Industri dan IE-CEPA
Pendidikan vokasi Industri . (Foto: mkelektro.ub.ac.id)

AKURAT.CO, Pemerintah Indonesia dan Swiss melakukan kerjasama dalam mengembangkan pendidikan vokasi Industri.komitmen kedua negara bakal di tuangkan dalam bentuk nota kesepahaman tentang penerapan Dual Vocational Education and Training (D-VET) system atau model pendidikan kejuruan yang memadukan antara teori dengan praktik lapangan. Dengan bekal kerjasama tersebut diharapkan Ke depan Indonesia mampu mencetak Sumber Daya Manusia yang siap kerja.

“Kita akan belajar dari Swiss untuk mengkombinasikan training dengan edukasi, sehingga menjadi dual system,” kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto usai mendampingi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann beserta delegasinya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (14/7) melalui rilisya yang diterima Akurat.co (16/7)

Menurut Harjanto, Swiss merupakan negara yang cukup lama menerapkan D-VET system dan telah membuktikan sebagai negara dengan tingkat pengangguran pekerja muda yang rendah dan mencapai produktivitas yang tinggi. Ini dibuktikan berdasarkan The Global Competitiveness Index 2016-2017 Rankings (World Economic Forum), Swiss mampu menempati posisi puncak selama beberapa tahun terakhir, sedangkan Indonesia menduduki peringkat ke-41 dari 138 negara.

Tahun ini, Kemenperin gencar membangun pendidikan vokasi yang memiliki konsep link and match antara pelaku industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada peluncuran tahap perdana, Kemenperin melibatkan sebanyak 50 perusahaan dan 234 SMK di Jawa Timur untuk menandatangani perjanjian kerja sama dalam upaya menjalankan program pendidikan vokasi industri.

Pada peluncuran kedua, Kemenperin mampu menggandeng sebanyak 117 perusahaan dan 389 SMK untuk wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. “Akhir bulan ini, kami akan meluncurkan kembali program tersebut untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Secara bertahap, juga nanti ke wilayah Banten, Sumatera, dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia,” sebut Harjanto.

Pada periode 2017-2019, Kemenperin merancang sejumlah kegiatan untuk menyiapkan tenaga kerja industri tersertifikasi lebih dari satu juta orang. Selain melalui pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri, juga dilaksanakan Diklat 3in1 (pelatihan-sertifikasi-penempatan kerja), pemagangan industri, serta sertifikasi kompetensi. Implementasi program-program ini dikolaborasikan dengan para pemangku kepentingan seperti Kadin, Kemendikbud, Kemenristekdikti, dan Kemenaker.

Selain berdiskusi mengenai pendidikan vokasi industri, pertemuan kedua belah pihak juga membahas perkembangan perundingan Indonesia-European Free Trade Association - Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). “Hingga saat ini sudah mencapai perundingan ke-13, yang diharapkan agreement bisa dicapai sebelum perundingan ke-17,” ungkap Harjanto.

Dalam isu trade in goods di IE-CEPA, Menperin menyampaikan, Indonesia meminta pengecualian pengenaan price compensation measures (cukai tambahan) yang cukup tinggi untuk produk-produk makanan. Isu lainnya, Indonesia akan memberikan regulasi yang lebih fleksibel terkait ketentuan lisensi wajib untuk mengakomodir keinginan EFTA.

Sementara itu, dalam isu cooperation and capacity building, Indonesia menginginkan agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menperin Airlangga Hartarto menyampaikan, kedua pihak perlu mencari common interest utamanya yang terkait dengan kerja sama yang menjadi faktor pendorong. “Misalnya di dalam mengembangkan kemampuan ekspor, value chain di bidang manufaktur, dan pendidikan vokasi,” lanjut Airlangga.

Terkait pendidikan vokasi industri, Menperin menegaskan, pihaknya melalui Pusdiklat Industri dan State Secretariate of Economic Affairs of Switzerland (SECO) sepakat melakukan pengembangan pendidikan vokasi industri di Indonesia, termasuk rencana pembentukan 8 politeknik atau akademi komunitas industri baru hingga tahun 2019. “Kami telah mempersiapkan concept note dan Project Document untuk diajukan kepada SECO, sebagai syarat awal kerja sama tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, Airlangga telah mengajak sejumlah pimpinan perusahaan asal Swiss untuk meningkatkan investasi di Indonesia sekaligus bermitra dengan para pengusaha dalam negeri. Hingga saat ini, industri Swiss yang telah ada di Indonesia antara lain sektor farmasi dan kosmetika, olahan susu, makanan dan minuman, serta permesinan.

Beberapa perusahaan Swiss yang berminat ekspansi, di antaranya PT. Nestle Indonesia, PT. SGS Indonesia, PT. Endress+ Hauser Indonesia, PT. Givaudan, PT. Sandmaster Asia Indonesia, PT. Roche Indonesia, PT. Novartis Indonesia, dan PT. Syngenta Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 150 perusahaan Swiss telah beroperasi di Indonesia dengan menyerap tenaga kerja mencapai 60.000 orang.

Kemenperin mencatat, dalam empat tahun terakhir, investasi Swiss di Indonesia telah mencapai USD 4,5 miliar. Pada tahun 2015, nilai perdagangan Indonesia-Swiss sebesar USD 1,7 miliar atau meningkat tajam sebanyak 124 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan, kinerja ekspor Indonesia ke Swiss sebesar USD 1,07 miliar dan impor Indonesia dari Swiss sekitar USD 0,63 miliar. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Curhat di Medsos, Rita Widyasari: Negeriku Dimanakah Keadilan?

Selasa, 26 September 2017 23:12 WIB

Saya dengar kabar-kabar memang semalaman, makanya saya buat status ini.




Olahraga dan Istirahat Cukup Mampu Tingkatkan Libido

Selasa, 26 September 2017 22:58 WIB

Hubungan suami istri juga ditentukan oleh seks. Tapi, untuk membangkitkan semangat seks, diperlukan libido.


Tega!! Khairil Anwar Polisikan Muzdalifah Setelah 'Nombokin' Utang

Selasa, 26 September 2017 22:56 WIB

Tega!! Khairil Anwar Polisikan Muzdalifah Setelah 'Nombokin' Utang


Rita Tersangka, Rusmadi : No Comment Dulu

Selasa, 26 September 2017 22:55 WIB

Masyarakat berharap Kaltim akan bersih dari penyimpangan-penyimpangan.


Kapsul Thermal Pelindung Pertama Untuk Smartphone Anda

Selasa, 26 September 2017 22:54 WIB

Phoozy mencoba mengatasi masalah anda dengan menciptakan kapsul thermal untuk melindungi smartphone.


RDP Komisi III dengan KPK Digelar Tertutup, Terkait Kasus Rita?

Selasa, 26 September 2017 22:50 WIB

Menjawab interupsi Azis, Benny pun menawarkan usulan tersebut kepada anggota komisi III yang hadir.


Tersangka KPK, Ini Segudang Penghargaan Rita Widyasari

Selasa, 26 September 2017 22:45 WIB

Program Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) jadi andalannya dan terbukti.


Tekuk Persegres, MU Geser PSM dari Posisi Ketiga

Selasa, 26 September 2017 22:30 WIB

Kiper Timnas U-19, Satria Tama tidak berdaya menghadapi gempuran pemain MU.


Ayah Rita Widyasari Juga Tersangka Korupsi di KPK

Selasa, 26 September 2017 22:17 WIB

Mahkamah Agung memperberat hukuman Syaukani menjadi enam tahun penjara.


Indonesia Dorong Perdamaian dan Stabilitas Global

Selasa, 26 September 2017 22:16 WIB

Selama ini Indonesia telah berperan penting dalam membangun stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara.


Tanggal Pernikahan dan Jenis Kelamin Bayi Ronaldo Bocor

Selasa, 26 September 2017 22:01 WIB

Kapan Ronaldo dan Georgina akan menikah?


Isu Gunung Agung Meletus, Bali Tetap Jadi Tuan Rumah Asia-Europe Transport Minister Meeting

Selasa, 26 September 2017 21:58 WIB

Pertemuan tersebut dapat menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kerjasama Asia dan Eropa


Meskipun Sering Safari, Elektabilitas Gus Ipul Kesalip La Nyalla

Selasa, 26 September 2017 21:52 WIB

Mukti mengaku La Nyalla mengalami kenaikan dua kali lipat dalam empat bulan ini.