Kritik Mantan Dirjen Pajak Zaman Orba terhadap RAPBN-P 2017

akurat logo
Denny Iswanto
Sabtu, 15 Juli 2017 19:22 WIB
Share akurat gplus icon
 
Kritik Mantan Dirjen Pajak Zaman Orba terhadap RAPBN-P 2017
Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Bawazier zaman Orde Baru (Orba) . eramuslim.com

AKURAT.CO, Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Bawazier zaman Orde Baru (Orba) mengkritik kondisi keuangan Indonesia dalam rancangan APBN-P 2017.

Dalam rilis resminya yang diterima pada Sabtu (15/7), Fuad Bawazier mengkritik pemerintah lantaran menurunkan kembali target pencapaian (realisasi) pajak yang angkanya lebih dari Rp 50 triliun. Dia mengatakan bahwa kondisi saat Ini kebalikan dari masa Orba ketika RAPBN-P-nya lebih tinggi dari target pajak dalam APBN aslinya dan realisasinya pun lebih tinggi lagi dari  RAPBN-P yg sudah dinaikkan.

"Ini bukan permainan target seperti yang sering dituduhkan bahwa target pajak dalam APBN semasa Orba dikecilkan, tetapi memang realisasi pajak dari tahun ke tahun saat itu meningkat sehingga tidak pernah menggunakan utang negara untuk menutup shortfall pajak. Utang negara hanya untuk membiayai pembiayaan proyek dan program," ujar dia.

Kegagalan dalam merealisasikan target pajak yang berturut-turut, menurut mantan Dirjen Pajak ini bukan saja mengurangi kredibilitas keuangan negara tetapi juga menambah utang negara untuk menutup defisit APBN yang membesar, bukan untuk proyek baru.

"Meskipun rasio utang negara terhadap PDB masih di bawah 30% (dari batas maksimal 60%), tetapi bila dilihat dari kekuatan likuiditas atau rasionya terhadap APBN, yaitu kewajiban pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya sudah cukup memprihatinkan," jelas dia.

Utang negara yang akan jatuh tempo, lanjut dia, sampai dengan 2019 adalah Rp. 780 triliun dari rincian total utang Pemerintah Rp. 3.672 triliun atau setara USD 275 Miliar yg terdiri dari utang dalam bentuk SBN Rp. 2.944 triliun dan pinjaman multilateral-bilateral Rp. 728 triliun.
 
"Terjadinya defisit keseimbangan primer APBN yang terus menerus menunjukkan bahwa Pemerintah tidak semata-mata gali lobang tutup lobang tetapi memang menggali lobang yang lebih besar sebab sebagian utang baru itu di gunakan untuk membayar bunga utang lama, tidak sekedar untuk membayar utang lama yang jatuh tempo," tegas dia.

Sementara itu, Fuad menambahkan bahwa Pemerintah harus terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang memang sudah amat tertinggal yang selalu mengakibatkan Indonesia kalah bersaing akibat high cost economy.

"Dengan kata lain, sementara pengeluaran untuk belanja negara terus meningkat tetapi penerimaan pajak negara justru cenderung menurun. Untuk meningkatkan penerimaan negara sekarang ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak sepantasnya lagi mengulangi 'nyanyian' yang sama seperti waktu beliau menjabat Menkeu periode SBY, yaitu Reformasi Administrasi Pajak sebab sudah terbukti gagal," kata mantan Menkeu jaman Orba di tahun 1998 ini.

Fuad mengingatkan bahwa pada waktu yang lalu Sri Mulyani dengan anggaran bertriliun rupiah dari utang Bank Dunia sudah melaksanakan berbagai reformasi di Ditjen Pajak termasuk meningkatkan take home pay, reorganisasi, konsultan internasional dll.

"Hasilnya justru tax ratio turun, penerimaan pajak melemah, perkara dan tunggakan pajak meningkat tajam, kasus kasus korupsi pajak semakin menonjol dan restitusi pajak tetap saja bermasalah," pungkas Fuad Bawazier. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pengamat: Konversi Suara 'Sainte Lague' Lebih Adil bagi Parpol

Minggu, 23 Juli 2017 13:38 WIB

Keuntungan "sainte lague" adalah partai yang kompetitif di dapil berpeluang memenangi satu kursi atau lebih.


Pemkab Mesuji Dapat Kucuran Dana Rp24 Miliar Bangun Infrastruktur

Minggu, 23 Juli 2017 13:37 WIB

Pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan sistem rigid beton dan aspal hotmix.


Kepada Anak Indonesia, Jokowi: Bercita-citalah Setinggi Mungkin

Minggu, 23 Juli 2017 13:32 WIB

Jokowi bermain sulap di depan anak-anak.


Ayah Neymar Masih Bisu tentang Ketertarikan PSG terhadap Putranya

Minggu, 23 Juli 2017 13:32 WIB

Ayah Neymar hadir di Metlife Stadium saat putranya mencetak dua gol untuk kemenangan Barcelona versus Juventus.


Google Ingin Menggunakan Teknologi VR Sebagai Platform Pelatihan

Minggu, 23 Juli 2017 13:28 WIB

Google menguji kemungkinan teknologi VR dapat digunakan sebagai platform pelatihan untuk mengajarkan keterampilan.


PPP Buka Posko Pengaduan Perppu Ormas

Minggu, 23 Juli 2017 13:13 WIB

DPR RI baru akan membahas Perppu Ormas pada masa persidangan berikutnya, apakah akan diterima atau ditolak


Mendag: Indonesia-Afrika Selatan Akan Tingkatkan Kerja Sama Nonmigas

Minggu, 23 Juli 2017 13:13 WIB

Indonesia dan Afrika Selatan akan bekerja lebih dekat dalam mengidentifikasi potensi ekonomi.


PDIP Buka Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Jateng

Minggu, 23 Juli 2017 12:50 WIB

Pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang


Google Play Musik Menambahkan Sisi Navigasi yang Penuh Pintasan

Minggu, 23 Juli 2017 12:49 WIB

Kumpulan ikon ini identik dengan yang ada di aplikasi Android dan iOS. Ketiga tombol dan pintasan melimpah ini muncul di mana saja.


10 Permintaan Anak Indonesia kepada Presiden Jokowi

Minggu, 23 Juli 2017 12:39 WIB

Menteri PPPA Yohana Yambise juga mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, khususnya di Riau.


Ini Cara Hemat Berwisata dengan Kapal Pesiar

Minggu, 23 Juli 2017 12:30 WIB

Sekarang kemewahan kapal pesiar bisa dirasakan semua kalangan.




EXO Berikan Hadiah Untuk Penggemar yang Telah Mendukungnya

Minggu, 23 Juli 2017 12:19 WIB

Untuk comebacknya ini, EXO pun membalas dukungan yang diberikan oleh penggemar kepada mereka. Kira-kira dikasih apa yaa....


Usulan Dana Pilkada Capai Rp275 Miliar

Minggu, 23 Juli 2017 12:15 WIB

Total dana tersebut hampir mencapai setengah dari total belanja publik daerah tahun ini.