KKP Beri Bantuan Usaha Budi Daya Ikan di Lombok

akurat logo
Rizal Mahmuddhin
Jumat, 14 Juli 2017 15:45 WIB
Share akurat gplus icon
 
KKP Beri Bantuan Usaha Budi Daya Ikan di Lombok
Ilustrasi budi daya ikan. Foto: belajarbudidaya99.blogspot.com

AKURAT.CO,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan usaha budi daya ikan seperti di Lombok, Nusa Tenggara Barat adalah untuk membantu alih profesi mereka yang sebelumnya bekerja menangkap benih lobster.

"Semuanya memang butuh proses. Tidak ada nelayan awalnya mau berpindah langsung seperti menangkap lobster," kata Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Jumat (14/7).

Menurut Slamet, proses transisi merupakan hal yang wajar karena hal tersebut merupakan proses, tetapi pemerintah juga telah mengantisipasi atas dampak ikutan tersebut.

Ia mengemukakan, antisipasi itu adalah dengan memberikan kompensasi berupa dukungan untuk kegiatan usaha pembudidayaan ikan, dengan mengalokasikan anggaran senilai Rp50 miliar untuk usaha budi daya ikan.

Kompensasi itu berupa dukungan sarana budi daya ikan untuk 2.246 rumah tangga perikanan (RTP) eks-penangkap benih lobster masing-masing di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 873 RTP, Kabupaten Lombok Timur 1.074, dan Lombok Barat sebanyak 229 RTP.

Paket yang disediakan senilai Rp20 juta hingga Rp22 juta. Sebanyak 728 paket untuk budi daya rumput laut; 655 paket untuk budi daya ikan bawal bintang; 580 paket budi daya ikan kerapu; 209 paket budi daya lele; 40 paket budi daya bandeng; budi daya udang vanamei 20 paket; dan 14 paket budi daya nila; serta 71 unit perahu sarana angkut rumput laut.

"Bantuan per satu RTP karena anggaran yang terbatas. Untuk anak, bapak, satu kegiatan dibuat dalam satu kelompok. Verifikasi syaratnya adalah pertama, penangkap lobster; kedua, mereka ingin kembali ke kegiatan semula. Kalau mereka terpaksa, dari awal sudah tidak kami data," ujar Slamet pula.

Dia juga mengatakan bahwa KKP melalui DJPB kini sudah mulai melakukan bimbingan teknis/pelatihan teknis budi daya pada semua lokasi. Setelah dilakukan pelatihan, bantuan sarana dan prasarana budi daya akan segera didistribusikan dalam waktu dekat.

Guna memastikan program ini berjalan baik, KKP akan memfasilitasi penguatan kapasitas SDM berupa pendampingan teknis, pascapanen (diversifikasi produk), dan manajemen usaha, serta jaminan pasar.

Sebelumnya, Slamet Soebjakto juga menyatakan regulasi yang dibuat KKP bukanlah bermaksud untuk mematikan usaha perikanan tetapi guna menjaga sumber daya.

"Implementasi Peraturan Menteri KP Nomor 56 Tahun 2016 ini bukan semata-mata didasarkan pada niatan untuk mematikan usaha masyarakat, namun pemerintah justru ingin menyelamatkan kepentingan yang lebih besar yaitu bagaimana menyelamatkan sumber daya lobster agar nilai ekonominya bisa dinikmati secara jangka panjang," katanya lagi.

Peraturan Menteri KP Nomor 56/2016 tentang Larangan dan Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah NKRI, dilatarbelakangi fenomena eksploitasi benih lobster di alam secara tak terkendali dan secara nyata menyebabkan penurunan stok sumber daya lobster di perairan Indonesia.

Peraturan tersebut mengatur larangan penangkapan lobster bertelur dan/atau ukuran berat kurang atau sama dengan 200 gram atau lebar kurang dari atau sama dengan 8 cm.

Pada tahun 2015 tercatat setidaknya sebanyak 1,9 juta ekor penyelundupan benih lobster berhasil digagalkan, dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp98,3 miliar.[]


Editor. Juaz

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

HNW: Konsep Kebangsaan Harus Terus Dikembangkan

Minggu, 23 Juli 2017 13:47 WIB

HNW mengingatkan konsep kebangsaan bisa memudar di tengah arus informasi dan juga paham radikal


Pengamat: Konversi Suara 'Sainte Lague' Lebih Adil bagi Parpol

Minggu, 23 Juli 2017 13:38 WIB

Keuntungan "sainte lague" adalah partai yang kompetitif di dapil berpeluang memenangi satu kursi atau lebih.


Pemkab Mesuji Dapat Kucuran Dana Rp24 Miliar Bangun Infrastruktur

Minggu, 23 Juli 2017 13:37 WIB

Pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan sistem rigid beton dan aspal hotmix.


Kepada Anak Indonesia, Jokowi: Bercita-citalah Setinggi Mungkin

Minggu, 23 Juli 2017 13:32 WIB

Jokowi bermain sulap di depan anak-anak.


Ayah Neymar Masih Bisu tentang Ketertarikan PSG terhadap Putranya

Minggu, 23 Juli 2017 13:32 WIB

Ayah Neymar hadir di Metlife Stadium saat putranya mencetak dua gol untuk kemenangan Barcelona versus Juventus.


Google Ingin Menggunakan Teknologi VR Sebagai Platform Pelatihan

Minggu, 23 Juli 2017 13:28 WIB

Google menguji kemungkinan teknologi VR dapat digunakan sebagai platform pelatihan untuk mengajarkan keterampilan.


PPP Buka Posko Pengaduan Perppu Ormas

Minggu, 23 Juli 2017 13:13 WIB

DPR RI baru akan membahas Perppu Ormas pada masa persidangan berikutnya, apakah akan diterima atau ditolak


Mendag: Indonesia-Afrika Selatan Akan Tingkatkan Kerja Sama Nonmigas

Minggu, 23 Juli 2017 13:13 WIB

Indonesia dan Afrika Selatan akan bekerja lebih dekat dalam mengidentifikasi potensi ekonomi.


PDIP Buka Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Jateng

Minggu, 23 Juli 2017 12:50 WIB

Pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang


Google Play Musik Menambahkan Sisi Navigasi yang Penuh Pintasan

Minggu, 23 Juli 2017 12:49 WIB

Kumpulan ikon ini identik dengan yang ada di aplikasi Android dan iOS. Ketiga tombol dan pintasan melimpah ini muncul di mana saja.


10 Permintaan Anak Indonesia kepada Presiden Jokowi

Minggu, 23 Juli 2017 12:39 WIB

Menteri PPPA Yohana Yambise juga mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, khususnya di Riau.


Ini Cara Hemat Berwisata dengan Kapal Pesiar

Minggu, 23 Juli 2017 12:30 WIB

Sekarang kemewahan kapal pesiar bisa dirasakan semua kalangan.




EXO Berikan Hadiah Untuk Penggemar yang Telah Mendukungnya

Minggu, 23 Juli 2017 12:19 WIB

Untuk comebacknya ini, EXO pun membalas dukungan yang diberikan oleh penggemar kepada mereka. Kira-kira dikasih apa yaa....