Sejumlah NGO Minta G20 Berpegang Pada Paris Agreement

akurat logo
Aji Nurmansyah
Minggu, 09 Juli 2017 13:26 WIB
Share
 
Sejumlah NGO Minta G20 Berpegang Pada Paris Agreement
Ilustrasi. Paris Agreement. Foto: The Green Market Oracle.com

AKURAT.CO, Gabungan dari sejumlah Non Govermental Organization (NGO) dalam Climate Action Network (CAN) meminta 19 negara anggota G20 untuk mengendalikan perubahan iklim dengan mengkonkretkan Paris Agreement.

Pimpinan WWF Global bidang Iklim dan Energi Manuel Pulgar-Vidal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (9/7), mengatakan kendati ada tekanan Amerika Serikat (AS) namun nampaknya para pemimpin negara yang tergabung di G20 serius untuk tetap- berpegang pada regulasi Paris Agreement.

Menurut dia, Rencana Aksi Iklim dan Energi untuk Pertumbuhan yang disampaikan 19 negara anggota G20 di Hamburg sejauh ini merupakan rencana kerja yang paling rinci. Dan saat ini memang waktu untuk mengambil tindakan konkret di antara negara-negara anggota, membangun usaha bersama dengan swasta, kota-kota dan masyarakat sipil yang diperkuat melalui kepemimpinan pemerintahan yang benar.

Semua negara, ia mengatakan sudah mengetahui bahwa langkah aksi yang dilakukan tersebut untuk melindungi kesehatan masyarakat, perlindungan bagi ekosistem, promosi untuk ekonomi yang lebih baik dan stabilitas global.

Direktur Climate Action Network (CAN) Europe Wendel Trio mengatakan adopsi Rencana Aksi Iklim dan Energi untuk Pertumbuhan merupakan indikasi jelas bahwa pemimpin negara ekonomi besar sadar bahwa aksi sangat mendesak diperlukan untuk memastikan transisi ke nol emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terjadi.

"Langkah selanjutnya jelas untuk bergerak dari komitmen menuju aksi, dengan menaikkan level kesepakatan di Paris menjadi ambisius, meniadakan subsidi bahan bakar fosil pada 2020 dan memberikan dukungan kepada mereka yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim," katanya.

Sementara itu, Greenpeace International mengeluarkan pernyataan bahwa langkah 19 negara anggota G20 yang membela Paris Agreement dari keputusan mundur Presiden AS Donald Trump tidak cukup. Mereka perlu berkomitmen mengakselerasi transformasi meninggalkan batu bara, minyak dan gas.

Jika Paris merupakan titik mula maka Hamburg harus menyemai benih target penurunan emisi GRK yang lebih ambisius.

Jutaan orang yang menderita dari dampak perubahan iklim menginginkan aksi mendesak untuk mengakhiri era batu bara, minyak dan gas. Untuk itu 19 negara anggota G20 harus mengakselerasi transisi penggunaan energi kotor ke energi bersih.[]


Editor. Juaz

Sumber. antara

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Curhat di Medsos, Rita Widyasari: Negeriku Dimanakah Keadilan?

Selasa, 26 September 2017 23:12 WIB

Saya dengar kabar-kabar memang semalaman, makanya saya buat status ini.




Olahraga dan Istirahat Cukup Mampu Tingkatkan Libido

Selasa, 26 September 2017 22:58 WIB

Hubungan suami istri juga ditentukan oleh seks. Tapi, untuk membangkitkan semangat seks, diperlukan libido.


Tega!! Khairil Anwar Polisikan Muzdalifah Setelah 'Nombokin' Utang

Selasa, 26 September 2017 22:56 WIB

Tega!! Khairil Anwar Polisikan Muzdalifah Setelah 'Nombokin' Utang


Rita Tersangka, Rusmadi : No Comment Dulu

Selasa, 26 September 2017 22:55 WIB

Masyarakat berharap Kaltim akan bersih dari penyimpangan-penyimpangan.


Kapsul Thermal Pelindung Pertama Untuk Smartphone Anda

Selasa, 26 September 2017 22:54 WIB

Phoozy mencoba mengatasi masalah anda dengan menciptakan kapsul thermal untuk melindungi smartphone.


RDP Komisi III dengan KPK Digelar Tertutup, Terkait Kasus Rita?

Selasa, 26 September 2017 22:50 WIB

Menjawab interupsi Azis, Benny pun menawarkan usulan tersebut kepada anggota komisi III yang hadir.


Tersangka KPK, Ini Segudang Penghargaan Rita Widyasari

Selasa, 26 September 2017 22:45 WIB

Program Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) jadi andalannya dan terbukti.


Tekuk Persegres, MU Geser PSM dari Posisi Ketiga

Selasa, 26 September 2017 22:30 WIB

Kiper Timnas U-19, Satria Tama tidak berdaya menghadapi gempuran pemain MU.


Ayah Rita Widyasari Juga Tersangka Korupsi di KPK

Selasa, 26 September 2017 22:17 WIB

Mahkamah Agung memperberat hukuman Syaukani menjadi enam tahun penjara.


Indonesia Dorong Perdamaian dan Stabilitas Global

Selasa, 26 September 2017 22:16 WIB

Selama ini Indonesia telah berperan penting dalam membangun stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara.


Tanggal Pernikahan dan Jenis Kelamin Bayi Ronaldo Bocor

Selasa, 26 September 2017 22:01 WIB

Kapan Ronaldo dan Georgina akan menikah?


Isu Gunung Agung Meletus, Bali Tetap Jadi Tuan Rumah Asia-Europe Transport Minister Meeting

Selasa, 26 September 2017 21:58 WIB

Pertemuan tersebut dapat menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kerjasama Asia dan Eropa


Meskipun Sering Safari, Elektabilitas Gus Ipul Kesalip La Nyalla

Selasa, 26 September 2017 21:52 WIB

Mukti mengaku La Nyalla mengalami kenaikan dua kali lipat dalam empat bulan ini.