Mantan Menteri Polandia Ditahan karena Privatisasi Perusahaan Kimia Ciech

akurat logo
Wayan Adhi Mahardhika
Selasa, 13 Februari 2018 19:21 WIB
Share
 
Mantan Menteri Polandia Ditahan karena Privatisasi Perusahaan Kimia Ciech
Perusahaan Kimia Ciech yang diprovatisasi pemerintah Polandia pada 2014.. ISTIMEWA/chemia.wnp.pl

AKURAT.CO, Pihak berwenang Polandia menahan 6 orang, termasuk mantan wakil menteri keuangan, dalam kasus penyalahgunaan wewenang dalam privatisasi Ciech pada tahun 2014. Pihak berwenang menilai penjualan perusahaan kimia tersebut mengandung motif politik, seperti yang dikatakan oleh pihak oposisi.

Sebelumnya, Partai Hukum dan Keadilan (PiS), mengkritik privatisasi oleh pemerintah pusat dengan mempertanyakan alasan dan penetapan harga dari beberapa kesepakatan.

Walaupun PiS adalah partai sosial konservatif, akan tetapi lebih menyukai peran negara yang lebih besar dalam ekonomi. PiS sangat kritis terhadap penjualan 38 persen saham di Ciech yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. PiS juga berselisih dengan Uni Eropa terhadap reformasi peradilan Polandia dan isu-isu lainnya.

Pembicara kantor kejaksaan regional di kota selatan Katowice mengatakan, pada hari Senin (12/3) waktu setempat, bahwa hasil penyelidikan menunjukkan empat mantan pejabat kementerian keuangan yang ditahan telah melakukan kelalaian. Selain itu, Jaksa juga menilai kebijakan Menteri Keuangan telah melampaui kewenangan, melalui kerja sama dengan dua bankir investasi.

Dilansir dari Reuters, kedua bankir investasi itu kini telah ditahan, yang pada saat dilakukannya privatisasi bekerja untuk unit bank ING, yang sekarang tutup.

Pemerintah menjual kepemilikan sahamnya di Ciech pada bulan Juni 2014 kepada KI Chemistry, yang kemudian dikendalikan oleh Jan Kulczyk, pengusaha yang merupakan orang terkaya Polandia.

Jan Kulczyk membeli saham milik pemerintah pada Ciech senilai 31 zlotys per lembar saham, mendekati harga pasar pada waktu itu.

Harga saham pada saat dilakukan privatisasi merupakan harga pasar yang telah mengalami peningkatan sejak go public lima tahun sebelumnya, dengan harga dasar 10 zlotys.

Penyelidikan dilakukan setelah 18 bulan dilakukan privatisasi, saham Ciech naik 180 persen menjadi 87 zlotys.

KI Investment selaku underwriter mengatakan proses penjualan dilakukan melalui penawaran umum, secara transparan, dan terlepas dari 38 persen kepemilikan saham yang terjual oleh negara.

KI Investment juga mengatakan bahwa dalam privatisasi itu juga ada saham milik investor swasta yang turut dijual, sebanyak 12 persen saham gabungan.

Hal Ini menghubungkan kenaikan harga berikutnya dengan kepercayaan investor yang dimasukkan ke pemilik baru dan kenaikan harga produk Ciech.

Masih dilansir dari Reuters, pembicara kantor kejaksaan regional di kota selatan Katowice mengatakan, semua yang ditahan akan memiliki tuntutan terhadap mereka.

"Jika mereka dinyatakan bersalah oleh pengadilan, mereka dapat dikenai hukuman penjara hingga sampai 10 tahun," ungkapnya.

Unit lokal Bank ING menolak untuk memberikan pernyataan kepada media dalam kasus ini.

Pemimpin partai oposisi utama Polandia Civic Platform (PO), yang berkuasa pada saat privatisasi, mengatakan bahwa dia mencurigai adanya dendam politik pada pihak PiS.

Sebagaimana diketahui, PiS berhasil menggulingkan PO dalam pemilihan nasional Polandia tahun 2015. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nahkoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.


Gempa Kembali Guncang Tapanuli Utara

Minggu, 25 Februari 2018 16:06 WIB

Sehari sebelumnya, Senin (24/2), gempa mengguncang kabupaten ini dengan kekuatan 5,0 Skala Richter


Ratusan Anak Ikuti Lomba Matematika di Bantaran Sungai Bindu

Minggu, 25 Februari 2018 15:58 WIB

Ajang ini diikuti kurang lebih 615 peserta.


Ditanya Seberapa Romantis Ajip Rosidi, Ini Jawaban Nani Wijaya

Minggu, 25 Februari 2018 15:54 WIB

Pesinetron Nani Wijaya, istri Ajip Rosidi, dengan sabar mendampingi suaminya yang menerima ucapan selamat dari sesama sastrawan dan kolega.


Peminat Membludak, Wahana Bebek Danau Sunter Malah Tutup

Minggu, 25 Februari 2018 15:50 WIB

Dibuka kembali jam 6 sore.


Anies Berharap Bang Japar Jadi Pemersatu Jakarta

Minggu, 25 Februari 2018 15:50 WIB

Anies kemudian mengingatkan, bahwa ada banyak masalah di Jakarta diantaranya masalah ketimpangan dan persatuan.


Potret Tukang Cukur di Kamboja Bikin Miris

Minggu, 25 Februari 2018 15:48 WIB

Cermin kesulitan perekonomian Kamboja dapat dilihat dari contoh kecil ini, yaitu dari para tukang cukur.


Kampanye di Ujung Batu, Cagub Riau Firdaus Jadi Tempat Curhat Para Pedagang

Minggu, 25 Februari 2018 15:47 WIB

Kibaran bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewarnai arak-arakan becak yang membawa Calon Gubernur Riau, Firdaus