Ini Alasan PGN Ingin Harga Gas Jadi Satu Harga

akurat logo
Siti Nurfaizah
Senin, 12 Februari 2018 18:54 WIB
Share
 
Ini Alasan PGN Ingin Harga Gas Jadi Satu Harga
Petugas memeriksa pipa jaringan gas di salah satu rumah warga yang telah mengunakan jaringan gas bumi di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (9/2). Pemanfaatan jaringan gas bumi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang sebagian masih impor. . ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/18

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN menyampaikan proposal kepada Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk membuat harga gas yang disambungkan lewat pipa ke rumah tangga (jaringan gas/jargas) bisa satu harga seperti harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM, Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim menjelaskan alasan ingin harga gas menjadi satu harga, salah satunya agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat.

"Hari ini dari Sabang sampai Merauke pemerintah hadir untuk menjamin harganya satu. Nggak ada kebingungan. Kamu pindah ke Tangerang terus ke Lampung. Yang tadinya beli harganya 4.200 tau taunya 10.000 parah nggak? Kita pemerintah melihat ini juga akan menjadi baik sama hal nya seprti listrik, BBM, elpiji 3 kg," jelasnya di Gedung DPR RI, Senin (12/2).

Selain itu harga gas satu harga juga bertujuan untuk memberi kemudahan bagi masyarakat layaknya BBM satu harga.

"Kamu rumahnya tetanggaan harganya beda, kalau lebih murah senang nggak? Kalau lebih mahal senang nggak? Enggak. Nah, kan kalau bisa bagaimana sekarang kita akan lebih mudah kalau tidak ada perbedaan seperti harga bbm," ujarnya.

Namun ketika ditanya mengapa selama ini harga gas berbeda, Jobi tidak berkomentar dan merekomendasikan untuk bertanya kepada BPH.

Dia juga menambahkan mengenai proyeksi keuntungan belum dapat dijelaskan sebab masih dalam permbiacaraan.

"Untuk proyeksi keuangan, karena belum jelas, sedang dalam pembicaraan kita belum bisa proyeksi," tambahnya.

Sedangkan untuk harga gas bagi industri menurut Jobi belum dapat diterapkan satu harga, sebab lokasi industri dengan sumber gas agar tidak menghasilkan beban biaya lainnya.

"Beda, karena bisnisnya beda. Pendekatannya, industri harus tumbuh dia basisnya apa kalau basisnya gas dia harus membangun industri berbasis gas dia harus dekat dengan sumber gas. Sehingga tidak ada jarak, karena begitu ada jarak mau dikirim lewat LNG kek, mau dikirim jaringan kek itu ada cost. Betul kan? Nah kalau ada yang bangun cost harus ada investasi nggak disitu, kalau ada investasi harus ada pengembalian nggak? Jadi lebih baik memang industri berbasis gas harus dekat dengan sumber gas. Misalnya pembangkit, sekarang kan ada pembangkit di hulu tambang jadi memotong biaya logistik pengiriman batu bara. Karena adanya itu. Makanya pak jonan bilang, kenapa nggak bangun hulu nya di rignya offshore misalnya. Ditarik kabel juga lebih murah daripada pipa offshore nya," jelasnya. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Buku Nutrisi Anak Penderita Kanker Sudah Diterbitkan

Minggu, 25 Februari 2018 16:37 WIB

Supaya anak penderita kanker tak kekuarangan nutrisi.


Sekjen PDIP Sebut Cawapres Jokowi Akan Diumumkan Agustus 2018

Minggu, 25 Februari 2018 16:36 WIB

Semua nama-nama yang beredar akan didengarkan.


Zulhas Ucapkan Selamat kepada PDIP yang Usung Jokowi sebagai Capres

Minggu, 25 Februari 2018 16:33 WIB

PAN nanti tunggu tanggal main usung capres di Pilpres 2019.


[INFOGRAFIS] Mengejar Trofi Perdana

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB


Gempa Bumi Berkekuatan 3 SR di Gorontalo Utara Tak Dirasakan Warga

Minggu, 25 Februari 2018 16:25 WIB

Gempa berlokasi di 0.98 Lintang Utara (LU) dan 122.67 Bujur Timur (BT) itu, terjadi di Kecamatan Anggrek.


Ini Pesan Saddam Al Jihad Nahkoda Baru PB HMI

Minggu, 25 Februari 2018 16:23 WIB

"Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya Saddam. Kita semua telah berhasil dalam Kongres terbesar di Indonesia ini,"


Diduga Mabuk, Mobilio Tabrak Dua Bocah Satu di Antaranya Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 16:21 WIB

Sopir diduga dalam keadaan mabuk dan masih diperiksa aparat kepolisian.


Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Minggu, 25 Februari 2018 16:20 WIB

Firdaus menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan para tokoh.



Jadi Duta Peduli Kanker Anak, Indra Bekti Ingin Hidupnya Lebih Berguna

Minggu, 25 Februari 2018 16:18 WIB

Donasi tak hanya soal uang.


Benarkah Pizza Baik untuk Sarapan Pagi?

Minggu, 25 Februari 2018 16:11 WIB

Anda pasti kaget dengan perbandingan ini.


Gempa Kembali Guncang Tapanuli Utara

Minggu, 25 Februari 2018 16:06 WIB

Sehari sebelumnya, Senin (24/2), gempa mengguncang kabupaten ini dengan kekuatan 5,0 Skala Richter


Ratusan Anak Ikuti Lomba Matematika di Bantaran Sungai Bindu

Minggu, 25 Februari 2018 15:58 WIB

Ajang ini diikuti kurang lebih 615 peserta.


Ditanya Seberapa Romantis Ajip Rosidi, Ini Jawaban Nani Wijaya

Minggu, 25 Februari 2018 15:54 WIB

Pesinetron Nani Wijaya, istri Ajip Rosidi, dengan sabar mendampingi suaminya yang menerima ucapan selamat dari sesama sastrawan dan kolega.


Peminat Membludak, Wahana Bebek Danau Sunter Malah Tutup

Minggu, 25 Februari 2018 15:50 WIB

Dibuka kembali jam 6 sore.