Subsidi Angkutan Tahun Ini Turun 18,92 Persen

akurat logo
Romys Binekasri
Jumat, 19 Januari 2018 21:36 WIB
Share
 
Subsidi Angkutan Tahun Ini Turun 18,92 Persen
Kereta Bandara, Railink. AKURAT.CO/Rahma Maulidia

AKURAT.CO, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian mengalokasikan subsidi angkutan perintis 2018 sebesar Rp79,9 miliar. Dana tersebut rupanya mengalami penurunan 18,92 persen dari alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp98,5 miliar.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri menjelaskan, penurunan nilai kontrak merupakan hasil evaluasi dari realisasi anggaran penugasan kereta perintis 2017 yang hanya terserap 85 persen. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi terhadap anggaran alokasi 2018.

“Jumlah penumpang tercatat meningkat. Peningkatan ini dinilai sebagai dampak adanya efisiensi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI),” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/1).

Pihaknya berharap, agar KAI sebagai penyelenggara kereta perintis dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan pelayanan penyelenggaraan angkutan kereta perintis dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Dia melanjutkan, meskipun jumlah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) terpangkas, tetapi jumlah penumpang selama penyelenggaraan kereta perintis meningkat. Tercatat, penumpang dari 5 lintas pelayanan meningkat, kecuali untuk lintasan kereta perintis Sumatera Barat yang belum bisa dihitung karena baru beroperasi pertengahan 2016.

"Angka penggunaaan pada 2016 sebesar 39,85% dengan total penumpang 1,28 juta penumpang. 2017 ini meningkat cukup baik, rata-rata low factor 5 rute 45,77 persen. Artinya pelayanan yang diberikan digunakan semakin banyak. Jumlah penumpang sebanyak mencapai 1,437 juta penumpang. Ada sekitar 200 ribu penumpang bertambah," tuturnya.

Dia berharap, penyelenggaraan kereta perintis bisa terus memberikan dampak kepada perekonomian setempat dan peningkatan daya beli. Hal ini supaya status kereta perintis bisa berubah, sehingga dananya dapat dialokasikan untuk kereta perintis di luar 6 perlintasan.

Enam perlintasan pelayanan yang memperoleh penugasan kereta perintis, diantaranya, penugasan Angkutan Kereta Perintis Aceh (Kereta Cut Meutia) dengan lintas pelayanan Kreung Mane Bungkah Kreung Geukeuh sepanjang 11,35 kilometer.

Lalu, Penugasan Angkutan Kereta Perintis Sumatera Barat (Kereta Lembah Anai) dengan lintas pelayanan Lubuk Alung Kayu Tanam sepanjang 20,34 kilometer.

Kemudian, penugasan Angkutan Kereta Perintis Sumatera Selatan (Kereta Kertalaya) dengan lintas pelayanan Kertapati Inderalaya sepanjang 26 kilometer.

Selain itu, penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Barat (Kereta Siliwangi) dengan lintas pelayanan Sukabumi Cianjur sepanjang 27,237 kilometer.

Lalu, penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Tengah (Kereta Batara Kresna) dengan lintas pelayanan Purwosari Sukoharjo Wonogiri sepanjang 36,67 kilometer.

Serta, penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Timur (Kereta Jenggala) dengan lintas pelayanan Mojokerto Tarik Tulangan Sidoarjo sepanjang 31,85 kilometer. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Bom Kembar Hantam Somalia 45 Orang Tewas

Minggu, 25 Februari 2018 08:33 WIB

"Jumlah korban akibat serangan bertambah menjadi 45, sedangkan korban luka sejauh ini sebanyak 36 orang,"


Beda Penilaian Pengamat tentang Perry Warjiyo Calon Gubernur BI

Minggu, 25 Februari 2018 08:25 WIB

Duh... ini mau dikocok kemana posisi Bank Sentral...


Jokowi Ingatkan Rakyat Tidak Retak Karena Pilkada

Minggu, 25 Februari 2018 08:02 WIB

"Silakan dipilih pemimpin-pemimpin yang paling baik. Berbeda pilihan boleh-boleh saja, silakan. Tetapi setelah itu, marilah kita rukun,"


Juara di Dubai, Svitolina Samai Henin dan Williams

Minggu, 25 Februari 2018 08:00 WIB

Elina Svitolina mengalahkan Daria Kasatkina dalam laga dua set dengan skor 6-4 dan 6-0.


Petugas Medis Meninggal Saat Menolong Korban Gas Beracun

Minggu, 25 Februari 2018 07:47 WIB

BK kapal MV Sumiei sudah memperingatkan agar para pekerja tidak melakukan pembongkaran sebelum 3 jam karena dari kapal tercium bau amumisi


Maret 2018 Pemkot Tomohon Realisasikan Transaksi Nontunai ASN

Minggu, 25 Februari 2018 07:30 WIB

Pemberlakuan kebijakan transaksi nontunai berdasar pada surat edaran Mendagri Nomor 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Nontunai


Nilai Ahok Bakal Ikut Pilpres, Alumni 212: Jadi Gubernur Saja Meresahkan

Minggu, 25 Februari 2018 07:30 WIB

Al-Khathath mengatakan sekira 5.000 orang bakal kawal sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara.


Dipolisikan, Anies: Ketika Berjuang Tegakkan Keadilan Tentu Akan Banyak Masalah

Minggu, 25 Februari 2018 07:00 WIB

Hadapi itu dan tunjukkan kepada semua bahwa kebijakan yang dilakukan untuk menghadirkan keadilan.


Spaletti: Tensi Pertandingan Memengaruhi Pemain Saya

Minggu, 25 Februari 2018 06:53 WIB

"Sudah jelas sejak kick-off, kami kehilangan tempo permainan," kata Luciano Spaletti.


Inflasi Kota Palu 2017 Rangking Kedua Nasional

Minggu, 25 Februari 2018 06:45 WIB

Inflasi bulan Desember tahun 2017 telah menempatkan Kota Palu pada posisi kedua di wilayah Sulawesi, Maluku Papua (Sulamampua) dan Nasional


Besok, 5.000 Orang Kawal Sidang PK Ahok

Minggu, 25 Februari 2018 06:30 WIB

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam, Al-Khathath mengatakan sekira 5.000 orang bakal kawal sidang PK Ahok.


BI Ramal Inflasi Februari Akan Sentuh 0,19 Persen Karena Harga Pangan

Minggu, 25 Februari 2018 06:05 WIB

Salah satu sumber tekanan inflasi nasional, kata Agus, berasal dari kelompok harga barang pangan bergejolak di Jawa dan Sumatera.


Ancam Korban Pakai Golok, 2 Pelajar Rampas Motor di Karawang

Minggu, 25 Februari 2018 05:59 WIB

Dua remaja yang masih kelas 3 SMA di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor.


Bamsoet: Peran Orang Tua Tanamkan Nilai Moral Anak

Minggu, 25 Februari 2018 05:30 WIB

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya peran orang tua menanamkan nilai-nilai moral kepada anak untuk meraih keberhasilan.


Untuk Asian Games, Milla Butuh Pemain Senior yang Memimpin

Minggu, 25 Februari 2018 05:25 WIB

"Pendekatan pemain senior dengan pemain muda pasti berbeda dengan para pelatih," kata Luis Milla.